Alokasi Dana Khumus di Iran
Tim langit 7
Senin, 30 Maret 2026 - 21:13 WIB
Alokasi Dana Khumus di Iran
Oleh: DR Mukhaer Pakkanna
(Direktur Program Pascasrjana Institut Teknologi & Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta)
LANGIT7.ID-Republik Islam Iran, sumber angarannya ada 2 (dua): budgeter dan non-budgeter. Untuk budgeter, kontribusi sektor migas (minyak/gas) hanya 23 persen. Sejatinya, yang terbesar adalah kontribusi sektor iudstri dan jasa sebesar 50 persen, terutama real estate dan jasa profesional 14 persen, perdagangan, restoran dan hotel 12 persen, serta jasa publik 10 persen. Pertanian dan peternakan besarnya 10 persen
Ini artinya, secara struktur ekonomi, ekonomi Iran tergolong cukup terdiversifikasi. Meski merupakan salah satu produsen minyak utama dunia.
Di sektor moneter, Bank Sentral (Bank Markazi Jomhouri Islami) tidak menggunakan benchmark interest rate, galibnya terjadi di negara-negara lain. Otoritas mengesahkan law for usury-free banking, yang mewajibkan seluruh sistem perbankan nasional, untuk beroperasi tanpa sistem bunga.
Yang menggelitik, untuk non-budgeter. Selain ada sumber zakat, ada yang menarik dan tidak ada di negara manapun, yakni kewajiban khumus (seperlima atau 20 persen). Ini kewajiban finansial dalam Islam dengan merujuk Qur’an Surat al-Anfal: 41. “Ketahuilah bahwa apa pun yang kamu peroleh, seperlima darinya adalah untuk Allah, untuk Rasul, untuk kerabat dekat, dan anak yatim, orang miskin, dan musafir".
Mewajibkan penyisihan 20 persen dari harta perolehan tertentu. Umumnya, khumus diterapkan pada rampasan perang. Namun, dalam tradisi Syiah dan kebijakan pemerintah di Iran, mencakup surplus pendapatan tahunan, harta karun, mineral, hasil laut, pertanian, Perkebunan dan lainnya. Bahkan, secara individual warga, juga penghasilan yg berlebih, misal, dari honor, keuntungan, dan profesi2 lain.
(Direktur Program Pascasrjana Institut Teknologi & Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta)
LANGIT7.ID-Republik Islam Iran, sumber angarannya ada 2 (dua): budgeter dan non-budgeter. Untuk budgeter, kontribusi sektor migas (minyak/gas) hanya 23 persen. Sejatinya, yang terbesar adalah kontribusi sektor iudstri dan jasa sebesar 50 persen, terutama real estate dan jasa profesional 14 persen, perdagangan, restoran dan hotel 12 persen, serta jasa publik 10 persen. Pertanian dan peternakan besarnya 10 persen
Ini artinya, secara struktur ekonomi, ekonomi Iran tergolong cukup terdiversifikasi. Meski merupakan salah satu produsen minyak utama dunia.
Di sektor moneter, Bank Sentral (Bank Markazi Jomhouri Islami) tidak menggunakan benchmark interest rate, galibnya terjadi di negara-negara lain. Otoritas mengesahkan law for usury-free banking, yang mewajibkan seluruh sistem perbankan nasional, untuk beroperasi tanpa sistem bunga.
Yang menggelitik, untuk non-budgeter. Selain ada sumber zakat, ada yang menarik dan tidak ada di negara manapun, yakni kewajiban khumus (seperlima atau 20 persen). Ini kewajiban finansial dalam Islam dengan merujuk Qur’an Surat al-Anfal: 41. “Ketahuilah bahwa apa pun yang kamu peroleh, seperlima darinya adalah untuk Allah, untuk Rasul, untuk kerabat dekat, dan anak yatim, orang miskin, dan musafir".
Mewajibkan penyisihan 20 persen dari harta perolehan tertentu. Umumnya, khumus diterapkan pada rampasan perang. Namun, dalam tradisi Syiah dan kebijakan pemerintah di Iran, mencakup surplus pendapatan tahunan, harta karun, mineral, hasil laut, pertanian, Perkebunan dan lainnya. Bahkan, secara individual warga, juga penghasilan yg berlebih, misal, dari honor, keuntungan, dan profesi2 lain.