Si Cantik Emma Raducanu Membalas Budi Kepada Petenis Miliarder Amerika saat Performanya sedang Tidak Bagus
Sururi al faruq
Selasa, 31 Maret 2026 - 14:32 WIB
Si Cantik Emma Raducanu Membalas Budi Kepada Petenis Miliarder Amerika saat Performanya sedang Tidak Bagus
LANGIT7.ID-London; Petenis cantik peringkat satu Inggris, Emma Raducanu, mengalami penurunan peringkat WTA seiring absennya dari turnamen tenis minggu lalu. Ia tampaknya meniru langkah Emma Navarro, karena ketidakhadiran putri miliarder itulah yang dulu justru membantu kenaikan peringkat Raducanu.
Mantan juara AS Terbuka ini sempat menikmati kenaikan stabil di papan peringkat WTA berkat hasil-hasil positif pada 2026. Namun, ia tergelincir lima peringkat ke posisi 28 dunia setelah absen di Miami Open karena sakit. Si cantik Raducanu mencapai perempat final ajang WTA 1000 tahun lalu. Namun, ketidakhadirannya pada undian 2026 menyebabkan ia kehilangan 185 poin peringkat. Petenis berusia 23 tahun itu mencapai peringkat tertinggi dalam kariernya di posisi 10 pada Juli 2022, setahun setelah gelar mayor satu-satunya di Flushing Meadows. Ia sempat jatuh hingga ke peringkat 285 pada akhir 2023 karena serangkaian cedera dan absen yang menghalanginya membangun momentum.
Kini tampaknya masa itu sudah berlalu, setelah beberapa penampilan yang menjanjikan sepanjang tahun ini. Namun, absen dari Miami berdampak besar karena petenis seperti Marta Kostyuk, Marie Bouzkova, dan Navarro sendiri kembali melompati petenis Inggris tersebut.
Pada awal Maret lalu, penurunan performa Navarro justru secara tidak sengaja membantu si cantik Raducanu naik peringkat. Petenis Amerika itu kalah di pertandingan pembuka dalam tiga turnamen WTA terakhirnya yang ia ikuti.
Yang terbaru terjadi di ajang Austin 125 di Texas tiga minggu lalu. Namun, penurunan si cantik Raducanu begitu tajam sehingga meskipun tidak bermain, Navarro tetap bisa meraih kemajuan vertikal.
Navarro, 24 tahun, adalah satu dari empat anak yang akan mewarisi bagian dari kerajaan finansial senilai £2,4 miliar (sekitar Rp 49,2 triliun) yang dibangun oleh ayahnya, Ben. Selain memiliki Cincinnati Open dan Charleston Open, Navarro Sr adalah pendiri perusahaan investasi Beemok dan pemilik minoritas Credit One banking.
Dalam beberapa hal, fakta itu membuat kualitas elitnya di lapangan tenis menjadi lebih mengesankan. Dan meskipun sedang dalam masa sulit, penampilannya di masa lalu menunjukkan ia akan kembali ke performa terbaiknya.
Mantan juara AS Terbuka ini sempat menikmati kenaikan stabil di papan peringkat WTA berkat hasil-hasil positif pada 2026. Namun, ia tergelincir lima peringkat ke posisi 28 dunia setelah absen di Miami Open karena sakit. Si cantik Raducanu mencapai perempat final ajang WTA 1000 tahun lalu. Namun, ketidakhadirannya pada undian 2026 menyebabkan ia kehilangan 185 poin peringkat. Petenis berusia 23 tahun itu mencapai peringkat tertinggi dalam kariernya di posisi 10 pada Juli 2022, setahun setelah gelar mayor satu-satunya di Flushing Meadows. Ia sempat jatuh hingga ke peringkat 285 pada akhir 2023 karena serangkaian cedera dan absen yang menghalanginya membangun momentum.
Kini tampaknya masa itu sudah berlalu, setelah beberapa penampilan yang menjanjikan sepanjang tahun ini. Namun, absen dari Miami berdampak besar karena petenis seperti Marta Kostyuk, Marie Bouzkova, dan Navarro sendiri kembali melompati petenis Inggris tersebut.
Pada awal Maret lalu, penurunan performa Navarro justru secara tidak sengaja membantu si cantik Raducanu naik peringkat. Petenis Amerika itu kalah di pertandingan pembuka dalam tiga turnamen WTA terakhirnya yang ia ikuti.
Yang terbaru terjadi di ajang Austin 125 di Texas tiga minggu lalu. Namun, penurunan si cantik Raducanu begitu tajam sehingga meskipun tidak bermain, Navarro tetap bisa meraih kemajuan vertikal.
Navarro, 24 tahun, adalah satu dari empat anak yang akan mewarisi bagian dari kerajaan finansial senilai £2,4 miliar (sekitar Rp 49,2 triliun) yang dibangun oleh ayahnya, Ben. Selain memiliki Cincinnati Open dan Charleston Open, Navarro Sr adalah pendiri perusahaan investasi Beemok dan pemilik minoritas Credit One banking.
Dalam beberapa hal, fakta itu membuat kualitas elitnya di lapangan tenis menjadi lebih mengesankan. Dan meskipun sedang dalam masa sulit, penampilannya di masa lalu menunjukkan ia akan kembali ke performa terbaiknya.