home global news

BRIN dan Thailand Jalin Kerja Sama Kembangkan Teknologi Nuklir untuk Produksi Radioisotop

Rabu, 01 April 2026 - 14:51 WIB
BRIN dan Thailand Jalin Kerja Sama Kembangkan Teknologi Nuklir untuk Produksi Radioisotop

LANGIT7.ID-Jakarta; Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kerja sama internasional di bidang teknologi nuklir melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kolaborasi riset dan inovasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir serta perjanjian kerja sama riset dan pengembangan 13 MeV DECY Cyclotron and Its Beam Line dengan Thailand Institute of Nuclear Technology (TINT) pada Selasa (31/03) di Gedung B.J. Habibie, Jakarta. Pusat Riset Teknologi Akselerator BRIN dan TINT akan bekerja sama dalam pengembangan prototipe 13 MeV DECY Cyclotron yang dapat diaplikasikan untuk produksi radioisotop.

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Edy Giri Rachman Putra, menegaskan bahwa kemitraan ini menjadi momentum untuk memperkuat kembali kolaborasi dan mendorong implementasi yang lebih konkret di kawasan.

Edy menyatakan BRIN mendorong perluasan kolaborasi tidak hanya pada teknologi nuklir, tetapi juga teknologi akselerator, melalui program pertukaran mahasiswa dan peneliti serta penguatan platform kolaborasi riset di tingkat regional.

“Kami akan memperkuat dan meningkatkan kolaborasi ini ke depan, tidak hanya pada teknologi nuklir, tetapi juga teknologi akselerator. Hal ini penting bagi negara-negara di Asia, khususnya Indonesia dan Thailand,” ujar Edy dalam keterangan resmi, Rabu (1/4/2026).

Ia juga menambahkan bahwa BRIN membuka peluang kolaborasi yang lebih luas melalui platform riset yang melibatkan mahasiswa, peneliti, dan talenta global.

“Kami menyediakan program manajemen talenta untuk mengundang mahasiswa dan peneliti datang ke Indonesia dan bekerja bersama dalam platform kolaborasi riset,” jelasnya.

Executive Director TINT, Thawatchai Onjun menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah awal untuk memperluas kolaborasi riset nuklir di kawasan ASEAN.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya