home global news

Hasil Survei: Anak Muda Nilai Muhammadiyah Bukan Sebatas Ritual Keagamaan

Rabu, 01 April 2026 - 15:35 WIB
Hasil Survei: Anak Muda Nilai Muhammadiyah Bukan Sebatas Ritual Keagamaan
Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merilis temuan terbaru Laporan Survei Nasional dengan tema "Muhammadiyah di Mata Anak Muda".

Survei tersebut dilakukan terhadap 758 pemuda usia 17-40 tahun, yang mengungkap "Sekolah/Kampus Berkualitas" (44,1%) dan "Organisasi Modern & Rasional" (42,3%) menjadi top of mind saat mendengar kata Muhammadiyah.

Kepala PSKP UAD, Azaki Khoirudin, menjelaskan isu ritual seperti "Puasa/Lebaran Duluan" (17,1%) atau "Terawih 11 Rakaat" (3,5%) justru jauh di bawah citra pendidikan dan kemandirian ekonomi.

"Survei membuktikan era perdebatan ritual sudah usai bagi anak muda. Yang terbayang di benak 44% responden bukan perbedaan Lebaran atau rakaat terawih, melainkan kualitas sekolah dan kampus Muhammadiyah," tegas Azaki dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/4/2026).

Data juga tunjukkan apresiasi tinggi terhadap amal usaha, temuan data menunjukkan hasil persentase pilihan lain seperti: "Organisasi yang Kaya" (21,4%), rumah sakit berkualitas (21,8%), dan "Amal Usaha Mandiri" (18,8%).

Responden melihat Muhammadiyah sebagai "social enterprise" raksasa dengan ekosistem kelembagaan kuat, bukan hanya organisasi keagamaan.

Menariknya, perbandingan Gen Z dan Milenial menunjukkan perbedaan pola pikir. Milenial lebih dominan kaitkan Muhammadiyah dengan amal usaha seperti sekolah dan kampus (54,1%), sementara Gen Z banyak mengaitkan pada sisi "Modern dan Rasional" (24,2%).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya