home global news

Rencana Bank BTN Akuisisi Portofolio Kredit Jumbo Senilai 15 Triliun Rupiah Segera Terwujud

Kamis, 02 April 2026 - 15:13 WIB
Rencana Bank BTN Akuisisi Portofolio Kredit Jumbo Senilai 15 Triliun Rupiah Segera Terwujud

LANGIT7.ID-Jakarta; Rencana akuisisi portofolio kredit senilai Rp15,43 triliun menjadi agenda utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) untuk tahun buku 2025. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pertemuan besar pemegang saham ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, (23/4/2025) dengan total pembahasan mencapai 11 mata acara.

Strategi penguatan usaha melalui pengambilalihan portofolio kredit dari lembaga jasa keuangan perbankan di Indonesia ini tercantum dalam mata acara kedelapan. Nilai transaksi tersebut diprediksi setara dengan 42,6% dari ekuitas perusahaan per akhir Desember 2025. Mengenai nilai pastinya, manajemen akan memberikan rincian setelah proses uji tuntas oleh konsultan independen selesai dilakukan.

"Diperkirakan nilai transaksi tersebut adalah paling banyak sebesar Rp15,432 triliun atau sekitar 42,6% dari nilai ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan konsolidasian Perseroan per tanggal 31 Desember 2025 yang diaudit," dikutip dari keterbukaan informasi, Kamis (2/4/2026).

Selain urusan akuisisi, RUPST juga akan membahas nasib perolehan laba bersih tahun buku 2025 pada mata acara kedua. Sementara pada mata acara pertama, direksi dan dewan komisaris akan meminta persetujuan laporan tahunan, pengesahan laporan keuangan konsolidasian, serta laporan keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) tahun buku 2025. Agenda pembuka ini sekaligus menjadi penentu pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et decharge) bagi manajemen atas operasional sepanjang tahun tersebut.

Terkait kebijakan internal dan kesejahteraan, mata acara ketiga akan menetapkan remunerasi, fasilitas, dan tunjangan bagi jajaran direksi serta komisaris untuk periode mendatang. Perseroan juga mengusulkan pendelegasian wewenang untuk rencana jangka panjang 2026-2030 dan rencana kerja anggaran 2027 pada agenda kelima, serta penunjukan akuntan publik untuk audit keuangan 2026 pada agenda keempat.

Sejumlah agenda strategis lainnya meliputi pembaruan rencana aksi pemulihan atau recovery plan di mata acara keenam, serta kebijakan program dana pensiun ganda bagi karyawan BTN pada mata acara ketujuh. Memasuki bagian akhir rapat, pemegang saham akan membahas perubahan anggaran dasar, laporan penggunaan dana hasil obligasi berwawasan sosial dan subordinasi 2025, serta ditutup dengan agenda perubahan susunan dewan komisaris dan pengangkatan kembali anggota direksi.

(lam)
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya