home masjid

Polemik Penamaan Israel: Ulama Ingatkan Larangan Mencatut Nama Nabi Ya'qub

Selasa, 07 April 2026 - 04:00 WIB
Menghargai Yaqub Alaihissalam berarti tidak membiarkan gelar mulianya disalahgunakan untuk melegitimasi sebuah pendudukan. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Di ruang-ruang redaksi berita hingga percakapan di meja warung kopi, satu kata kerap meluncur begitu saja tanpa beban: Israel. Nama ini digunakan secara masif untuk merujuk pada sebuah entitas politik dan militer di tanah Palestina yang kerap melakukan kekejian. Namun, di balik kelaziman sebutan tersebut, tersimpan sebuah fenomena ganjil yang menyentuh relung akidah yang paling mendasar.

Bagi sebagian ulama, menyebut negeri Yahudi yang dimurkai Allah dengan nama Israel adalah sebuah kemungkaran yang nyaris tanpa pengingkar.

Syaikh Prof. Dr. Rabi bin Hadi Al-Madkhali, seorang ulama terkemuka dalam bidang hadis dan jarh wa ta'dil, dalam catatannya yang dimuat melalui laman Islam Spirit, mengangkat kegelisahan yang mendalam mengenai hal ini.

Baginya, penggunaan nama Israel untuk entitas Yahudi modern bukan hanya salah alamat, melainkan juga menyinggung kehormatan seorang rasul mulia, yakni Nabi Ya’qub Alaihissalam. Israel, dalam akar sejarah dan bahasa langit, adalah gelar suci bagi Ya’qub, sosok yang dipuji Allah dalam Al-Quran bersama bapak-bapaknya yang mulia, Ibrahim dan Ishaq.

Dalam Surah Shod ayat 45 hingga 47, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman mengenai kedudukan mereka: "Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan kepada negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik."

Penegasan wahyu ini menunjukkan betapa sucinya nama tersebut di sisi Tuhan. Israel adalah simbol bagi hamba pilihan yang memiliki ketaatan mutlak. Maka, menjadi sebuah ironi yang menyakitkan ketika nama seorang nabi yang terjaga dilekatkan pada sebuah bangsa yang justru dikenal dalam sejarah Islam sebagai pembangkang dan pembunuh para nabi.

Penempelan label ini seolah-olah mengonfirmasi klaim sepihak kaum Yahudi bahwa mereka adalah representasi sah dari garis keturunan dan ajaran Ya’qub, padahal secara ideologis mereka telah lama menyimpang.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya