home masjid

Nubuat Akhir Zaman: Pakar Eskatologi Jelaskan Perang Final Melawan Pasukan Dajjal

Selasa, 07 April 2026 - 05:00 WIB
Nubuat ini tetap menjadi misteri masa depan yang menuntut kewaspadaan iman. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Sejarah hubungan antara kaum muslimin dan Yahudi di Jazirah Arab telah melewati fase pasang surut yang ekstrem. Pada masa kenabian, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah mengambil tindakan tegas untuk mengusir mereka demi kedaulatan iman, selaras dengan sumpah beliau untuk tidak menyisakan selain muslim di tanah suci tersebut.

Namun, literatur eskatologi Islam menegaskan bahwa pengusiran di masa lampau itu hanyalah fragmen kecil. Puncak konfrontasi yang sesungguhnya—sebuah peperangan yang menjadi penanda besar kiamat—masih tersimpan dalam rahim masa depan.

Dalam kitab Asyraathus Saa’ah karya Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, dijelaskan bahwa peperangan akhir zaman ini bukan sekadar konflik geopolitik biasa. Ia adalah perang eksistensial antara pasukan kebenaran di bawah panji Nabi Isa Alaihissallam melawan pasukan Dajjal yang didukung oleh 70.000 orang Yahudi bersenjata lengkap. Inilah fase di mana alam semesta seolah mengambil peran aktif dalam menentukan pemenang sejarah.

Salah satu fenomena paling mencengangkan dalam nubuat ini adalah keterlibatan benda mati. Hadis yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dari Samurah bin Jundub menggambarkan situasi mencekam di Baitul Maqdis. Dajjal akan mengepung kaum muslimin hingga terjadi gempa dahsyat, sebelum akhirnya Allah membinasakan sang tiran beserta bala tentaranya. Pada saat itulah, keajaiban muncul: dinding, bebatuan, hingga akar pepohonan akan memanggil kaum mukmin, "Wahai muslim! Ini seorang Yahudi di belakangku, kemarilah, bunuh dia!"

Narasi ini sering kali memicu perdebatan di kalangan intelektual mengenai apakah pembicaraan benda mati tersebut bersifat majas atau hakiki. Namun, merujuk pada teks-teks otoritatif, kecenderungannya adalah pemaknaan hakiki. Sebagaimana dikutip dalam riwayat Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah menegaskan bahwa kiamat tidak akan tiba hingga terjadi peperangan ini. Pengecualian pohon gharqad menjadi bukti kunci. Jika pembicaraan itu hanya kiasan atas kelemahan Yahudi, maka pengecualian pohon gharqad menjadi tidak relevan secara kontekstual.

Pohon gharqad disebut sebagai pohon orang Yahudi yang memilih bungkam. Fenomena pengecualian satu jenis pohon ini memperkuat argumen bahwa pohon-pohon lain benar-benar akan mengeluarkan suara atas izin Allah. Hal ini selaras dengan firman Allah dalam Surah Fushshilat ayat 21, bahwa Dialah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata-kata. Di akhir zaman, hukum alam yang kita kenal hari ini akan mengalami anomali sebagai bentuk mukjizat yang mendukung perjuangan kaum beriman.

Dalam khutbahnya yang panjang, Rasulullah memberikan gambaran detail tentang kekalahan Dajjal. Ketika Nabi Isa turun, Dajjal akan mencair bagaikan garam dalam air. Pelarian mereka akan berakhir di pintu Ludd sebelah timur. Di sana, Dajjal binasa, dan kekalahan Yahudi menjadi total. Tidak ada tempat bersembunyi bagi mereka; dinding dan binatang sekalipun akan menjadi informan bagi pasukan muslim.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya