home global news

Hacker Iran Membobol Sistem Industri AS, Kondisi Infrastruktur Kritis

Rabu, 08 April 2026 - 10:09 WIB
Hacker Iran Membobol Sistem Industri AS, Kondisi Infrastruktur Kritis
LANGIT7.ID-Jakarta; Hacker asal Iran secara aktif membobol sistem kendali industri di Amerika Serikat, demikian peringatan sejumlah lembaga federal pada Selasa. Upaya ini terus dilakukan untuk mengganggu infrastruktur AS.

Para peretas membobol alat-alat yang terhubung ke internet buatan Rockwell Automation, perusahaan berbasis di Milwaukee yang memproduksi sistem kendali industri. Akibatnya, "terjadi gangguan di beberapa sektor infrastruktur kritis AS," menurut peringatan tersebut. Belum jelas apakah gangguan itu signifikan.

Para peretas telah menargetkan korban di sektor layanan pemerintah, air dan air limbah, serta energi, demikian bunyi peringatan itu. Peringatan terkait ancaman terhadap infrastruktur kritis dalam negeri ini adalah yang pertama kali dirilis ke publik sejak perang AS dengan Iran dimulai.

Peringatan tersebut tidak menyebutkan perusahaan mana saja yang terganggu atau seberapa parah dampak peretasan itu. Namun disebutkan bahwa serangan itu mengakibatkan "gangguan operasional dan kerugian finansial" bagi para korban.

Peringatan ini ditulis bersama oleh Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur (CISA), FBI, Badan Keamanan Nasional (NSA), Departemen Energi, dan Komando Siber AS. Lembaga-lembaga tersebut merekomendasikan agar pengendali yang terhubung internet dan rentan segera dilepaskan dari jaringan.

Para peretas diidentifikasi sebagai "aktor ancaman persisten tingkat lanjut (APT) yang berafiliasi dengan Iran." "APT" adalah istilah industri keamanan siber untuk merujuk pada kelompok peretas canggih atau gigih, yang biasanya mewakili unit yang bekerja untuk militer atau dinas intelijen suatu negara.

Peringatan itu menyebutkan bahwa para peretas telah membobol Studio 5000 Logix Designer buatan Rockwell, yaitu program yang dapat disesuaikan untuk mengendalikan sistem industri. Rockwell belum segera menanggapi permintaan komentar.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya