home global news

Kurangi Ketergantungan Impor, BRIN Ciptakan Teknologi Penangkap Karbon Canggih Buatan Lokal

Kamis, 09 April 2026 - 10:30 WIB
Kurangi Ketergantungan Impor, BRIN Ciptakan Teknologi Penangkap Karbon Canggih Buatan Lokal

LANGIT7.ID-Jakarta; Perubahan Upaya menekan emisi karbon dari sektor industri dan pembangkit energi berbasis fosil menjadi perhatian utama dalam menghadapi perubahan iklim global. Menjawab tantangan tersebut, tim periset dari Pusat Riset Teknologi Konversi Energi (PRTKE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), tengah mengembangkan inovasi reaktor penangkap karbon dioksida (CO₂) berbasis cairan dengan desain modular yang fleksibel dan aplikatif untuk kebutuhan industri di Indonesia.

Pengembangan teknologi ini menjadi penting mengingat riset terkait sistem penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon atau Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) yang dirancang khusus untuk karakteristik gas buang industri domestik masih terbatas. Kondisi tersebut selama ini menyebabkan ketergantungan terhadap teknologi impor.

Asep Rachmat, Perekayasa Ahli Madya PRTKE BRIN sekaligus ketua tim riset menegaskan, penguasaan teknologi dalam negeri merupakan langkah strategis untuk mendukung kemandirian nasional. Sekaligus berkontribusi pada pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) 2060 serta komitmen Indonesia dalam Paris Agreement.

“Inovasi yang dikembangkan mengusung konsep desain modular, yang memungkinkan unit-unit reaktor dibangun secara terpisah. Kemudian dirangkai sesuai kebutuhan kapasitas maupun keterbatasan lahan di fasilitas industri,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Kamis (9/4/2026).

Pendekatan ini menawarkan fleksibilitas tinggi dibandingkan sistem konvensional yang cenderung kaku, sehingga dapat diintegrasikan langsung dengan instalasi yang telah beroperasi tanpa memerlukan perubahan besar.

“Desain ini juga membuka peluang pengembangan sistem hibrida yang mampu mengombinasikan berbagai mekanisme penyerapan CO₂ dalam satu kesatuan proses yang terintegrasi. Selain itu juga mendorong penggunaan cairan penyerap alternatif yang lebih ramah lingkungan,” paparnya.

Menurutnya, secara prinsip kerja reaktor ini berfungsi sebagai penyaring canggih yang memanfaatkan interaksi antara gas dan cairan. Gas buang industri yang mengandung CO₂ dialirkan dari bagian bawah reaktor.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya