Sabrina Carpenter Minta Maaf Usai Dituding Ejek Budaya Arab di Panggung Coachella
Esti setiyowati
Senin, 13 April 2026 - 16:10 WIB
Sabrina Carpenter Minta Maaf Usai Dituding Ejek Budaya Arab di Panggung Coachella. Foto: Instagram/sabrinacarpenter.
Penyanyi pop AS, Sabrina Carpenter meminta maaf secara terbuka usai mengeluarkan komentar kontroversial di panggung musik Coachella pada Jumat (10/4/2026) lalu.
Lewat unggahan di platform X, Carpenter mengatakan telah keliru memahami seruan budaya Arab tanda perayaan, "zaghrouta", sebagai yodeling.
Dilansir dari Variety, Senin (13/4/2026), Carpenter mengaku tidak melihat jelas sumber suara dari penonton dan juga tidak mendengarnya dengan baik. Ia menegaskan bahwa reaksinya saat itu murni karena kebingungan dan bukan bermaksud merendahkan budaya tertentu.
Baca juga:Green Day Berani Tampil Pro Palestina di Coachella, Penonton Langsung Geger!
“Saya minta maaf. Saya tidak melihat orang tersebut dengan jelas dan tidak bisa mendengar dengan baik. Reaksi saya murni kebingungan, sarkasme, dan tidak bermaksud buruk. Seharusnya bisa saya tangani dengan lebih baik. Sekarang saya sudah tahu apa itu Zaghrouta. Saya menyambut semua bentuk sorakan dan yodel mulai sekarang,” tulisnya.
Insiden tersebut bermula ketika Carpenter sedang duduk di depan piano di panggung utama Coachella.
Seorang penggemar di antara penonton mengeluarkan suara Zaghrouta, yaitu seruan khas dalam budaya Arab yang biasanya digunakan untuk mengekspresikan kegembiraan dalam perayaan.
Lewat unggahan di platform X, Carpenter mengatakan telah keliru memahami seruan budaya Arab tanda perayaan, "zaghrouta", sebagai yodeling.
Dilansir dari Variety, Senin (13/4/2026), Carpenter mengaku tidak melihat jelas sumber suara dari penonton dan juga tidak mendengarnya dengan baik. Ia menegaskan bahwa reaksinya saat itu murni karena kebingungan dan bukan bermaksud merendahkan budaya tertentu.
Baca juga:Green Day Berani Tampil Pro Palestina di Coachella, Penonton Langsung Geger!
“Saya minta maaf. Saya tidak melihat orang tersebut dengan jelas dan tidak bisa mendengar dengan baik. Reaksi saya murni kebingungan, sarkasme, dan tidak bermaksud buruk. Seharusnya bisa saya tangani dengan lebih baik. Sekarang saya sudah tahu apa itu Zaghrouta. Saya menyambut semua bentuk sorakan dan yodel mulai sekarang,” tulisnya.
Insiden tersebut bermula ketika Carpenter sedang duduk di depan piano di panggung utama Coachella.
Seorang penggemar di antara penonton mengeluarkan suara Zaghrouta, yaitu seruan khas dalam budaya Arab yang biasanya digunakan untuk mengekspresikan kegembiraan dalam perayaan.