LANGIT7.ID-, Jakarta - - Nama Cindy Tsalitsa Nurhaliza Cahyono sempat dikenal publik sebagai salah satu kontestan
Indonesian Idol. Namun siapa sangka saat ini mahasiswi Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) ini tengah menjalani pendidikan profesi (koas).
Situasi ini menjadi bukti bahwa mimpinya di dunia hiburan dapat berjalan beriringan dengan karier profesional.
Lewat laman Umsura, Cindy mengaku memiliki dua mimpi besar dalam hidupnya, yakni menjadi
dokter sekaligus
penyanyi.
Baca juga: Inspiratif! Dokter Asal Filipina Berangkatkan Ibu Berhaji dari Jualan Sabun di TikTok"Keduanya sudah menjadi impian saya sejak kecil. Saya ingin memiliki profesi yang dapat membantu banyak orang melalui bidang kesehatan, tetapi saya juga ingin terus berkarya melalui musik yang saya cintai," kata Cindy, dikutip Selasa (2/6/2026).
Jejak Cindy di Panggung Musik
Sejak usia dini, Cindy telah tertarik pada dunia musik. Berbagai lomba menyanyi, sejak ia duduk di bangku sekolah dasar, diikutinya secara aktif. Tak heran bila banyak penghargaan diperolehnya dari dunia ini, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.
Bakat menyanyi mengantarkan Cindy meraih Juara 2 Solo Vocal FLS2N serta Juara 3 Singers Competition. Prestasi tersebut berlanjut saat menempuh pendidikan di SMA Negeri 2 Jember. Ia berhasil meraih Juara 2 Bintang Radio Indonesia 2019, Juara 3 XMAS Singing Competition, Juara 3 Solo Vocal FLS2N, serta Juara Harapan 2 Bintang Radio Indonesia.
Pun begitu, Cindy tak melupakan cita-cita mulianya menjadi seorang dokter. Baginya, menjadi dokter merupakan panggilan hidup yang telah diperjuangkan sejak lama.
"Menjadi dokter adalah cita-cita yang saya perjuangkan sejak kecil. Dunia hiburan memberikan ruang untuk berkarya, tetapi dunia kedokteran memberi kesempatan bagi saya untuk membantu dan melayani masyarakat secara langsung," katanya.
Baca juga: Sosok Inspiratif Saeedah Haque: Desainer Muda Otodidak Ciptakan Abaya Streetwear Pertama di Dunia Hingga Masuk Daftar ForbesMeski dua profesi ini memiliki dunia yang bertolak belakang, namun Cindy percaya keduanya memiliki kesamaan dalam melayani.
"Menurut saya keduanya memiliki kesamaan, yaitu sama-sama melayani manusia. Seorang dokter membantu menyembuhkan tubuh, sedangkan musik dapat menyentuh dan menguatkan hati seseorang," tuturnya.
Berlatar Keluarga Akademisi Kegigihan Cindy untuk menyelesaikan pendidikan kedokterannya berangkat dari keluarga yang memiliki latar belakang akademik kuat.
Sang ayah baru saja dikukuhkan sebagai profesor, sementara ibunya telah menyelesaikan pendidikan doktoral. Kedua kakaknya pun berkiprah di bidang kesehatan dan pendidikan tinggi.
Lingkungan keluarga tersebut membentuk budaya belajar yang kuat sekaligus memberikan dukungan terhadap bakat seni yang dimilikinya.
"Keluarga sangat mendukung saya. Mereka memahami bahwa saya mencintai musik, tetapi juga memiliki komitmen besar untuk menyelesaikan pendidikan kedokteran. Keduanya harus berjalan seimbang," ujarnya.
Perjalanan sebagai dokter muda tentu tidak selalu mudah. Jadwal jaga di rumah sakit, tugas akademik, hingga berbagai ujian menjadi bagian dari keseharian yang harus dijalani. Di tengah padatnya aktivitas tersebut, ia mengaku pernah mengalami kelelahan fisik maupun mental.
"Ada masa ketika saya harus menghadapi ujian, menjalani jaga rumah sakit, dan aktivitas musik dalam waktu yang bersamaan. Saat itu manajemen waktu menjadi sangat penting," ungkap penyanyi yang pernah menelurkan single perdana 'Pergi' ini.
Meski demikian, pengalaman bertemu pasien dan terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan justru semakin menguatkan keyakinannya untuk menuntaskan pendidikan profesi dokter.
Menurut Cindy, profesi dokter memberinya kesempatan untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, ia berkomitmen menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan hingga meraih gelar dokter.
Ke depan, perempuan yang juga aktif bermusik tersebut berharap dapat menjadi dokter yang profesional, humanis, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Sementara dunia musik akan tetap menjadi ruang baginya untuk menyalurkan kreativitas di sela-sela kesibukan sebagai tenaga kesehatan.
Baca juga: Dari Panggung ke Podium: Perjalanan Inspiratif Ashanty Meraih Gelar Doktor di UNAIR(est)