LANGIT7.ID-, London -
Saeedah Haque merupakan seorang
desainer asal Bengali. Melalui karyanya berupa
abaya streetwear, Ia dinilai mampu menembus kesenjangan antara desain tradisional dan kontemporer, yang tak pernah terbayangkan lahir dari seorang desainer muda yang tidak memiliki pendidikan mode formal alias otodidak.
Saeedah meluncurkan label fesyennya sendiri berupa
pakaian muslimah untuk generasi muda perempuan Muslim sejak tahun 2021. Lini Haque, yang disebut-sebut sebagai merek abaya streetwear pertama, menafsirkan ulang abaya tradisional menjadi
streetwear fungsional dengan misi untuk merebut kembali narasi
pakaian Islami.
Peragaan busana perdananya pada tahun 2021 berjalan bersamaan dengan kampanye visual yang menampilkan perempuan Muslim dalam olahraga dan eksplorasi perkotaan. Ia mengaku terinspirasi oleh Piala Dunia FIFA yang diselenggarakan di Qatar, pakaiannya menunjukkan aktivisme kreatif.
Saeedah tahu betul bagaimana memanfaatkan media sosial dengan tepat, Ia pun menggunakannya untuk "melawan" undang-undang hijab dan menginspirasi komunitasnya yang berjumlah 250.000 pengikut. Hingga tahun 2023, ia telah mengumpulkan 50.000 pelanggan dalam daftar emailnya.
Pada musim panas 2023, ia bermitra dengan Nike untuk meluncurkan abaya dan niqab Nike pertama yang menggunakan jersey Inggris menjelang Piala Dunia Wanita.
![Sosok Inspiratif Saeedah Haque: Desainer Muda Otodidak Ciptakan Abaya Streetwear Pertama di Dunia Hingga Masuk Daftar Forbes]()
(Koleksi kolaborasi Saeedah Haque dengan Nike by You pada 2023)
Meskipun streetwear dipandang banyak orang hanya sebagai pakaian untuk para hypebeast, bagi desainer kelahiran London ini, streetwear adalah seragam praktis sehari-hari.
Baca juga: Pakaian Renang Modest Mewarnai Hari Khusus Wanita Pertama di Aquarabia Water Park, RiyadhBaginya, Streetwear lebih dari sekadar penampilan merek besar. Ini adalah konsep yang menggabungkan techwear, pakaian olahraga, dan gaya hidup urban.
"Beberapa tahun lalu saya membeli jaket Blocktech dari Uniqlo dan kantongnya yang dalam, kerah tinggi, dan daya tahannya membuat saya tidak perlu membawa tas atau menggantinya setiap tahun. Ini perubahan kecil tapi sangat praktis. Saya ingin orang-orang merasa seperti ini ketika mereka mengenakan abaya saya – bahwa mereka dapat mengambil dari koleksi saya dan memadukannya dengan sepatu Nike andalan mereka," jelas Saeedah melansir Grazia Magazine, Jumat (8/5/2026).
Tak Pernah Mengenyam Pendidikan Mode FormalSaeedah tidak pernah mengenyam pendidikan mode formal. Ia justru menjalani pendidikan di bidang Human Geography saat di universitas, kemudian begitu lulus dia bekerja di sebuah LSM.
Saeedah memperoleh keahlian modenya dari magang di berbagai merek termasuk rumah mode pengantin mewah Sabyasachi Mukherjee, dan di London Modest Fashion Week pertama di Saatchi Gallery. Dan tak ketinggalan, dari YouTube.
"Saya banyak belajar saat magang (di London Modest Fashion Week). Saya ingat melihat sekeliling dan semua orang berdandan begitu glamor sementara saya hanya mengenakan abaya hitam dan sepatu NMD putih. Namun demikian, saya melihat langsung betapa besarnya permintaan akan pakaian modest," ujar dia menjelaskan.
![Sosok Inspiratif Saeedah Haque: Desainer Muda Otodidak Ciptakan Abaya Streetwear Pertama di Dunia Hingga Masuk Daftar Forbes]()
Ia menambahkan, dirinya selalu menyadari apa yang kurang tetapi tidak tahu bagaimana melakukannya, sampai suatu hari ia bangkit dan berkata pada dirinya sendiri bahwa "saya akan belajar".
"Setelah beberapa ratus jam menonton video YouTube dan setumpuk sampel yang terbuang, inilah hasilnya!" tegas Saeedah.
Baca juga: Gaya Hijab dengan Baret Curi Perhatian di Modest Fashion Week Perdana di Paris"Streetwear" dan "abaya" adalah dua kata yang jarang kita dengar dalam satu kalimat namun jika kita menyebut Saeedah Haque, keduanya akan menyatu seperti teman lama.
Sebagai sintesis harmonis antara tradisi Islam dan streetwear, lengkap dengan siluet longgar, detail perak, dan detail fungsional, label
Saeedah Haque yang menggunakan namanya sendiri ini bagaikan seorang perintis, mengukir ceruknya sendiri di dunia mode busana Islami.
Dan dia, yang diselimuti lapisan monokromatik, dengan sepatu Yeezy yang sedikit terlihat dan topi Vetements di hijabnya, tampak ikonik. Merek Saeedah bukan hanya tentang estetika yang trendi melainkan menawarkan hal yang praktis.
Masuk dalam Daftar ForbesNama Saeedah masuk dalam daftar 30 Tokoh Muda Berprestasi di Bawah Usia 30 Tahun di Eropa 2024, bidang Seni & Budaya.
Saeedah Haque mampu mengenalkan kepada dunia, merek abaya streetwear pertama di dunia yang memadukan antara gaya yang elegan dan berani. Merek yang berbasis di London ini dianggap bukanlah merek abaya biasa.
Mengenai masa depan kariernya, Saeedah menjelaskan bahwa tujuan dia pada akhirnya adalah menggabungkan minatnya.
"Saya ingin membantu perempuan di negara-negara kurang berkembang untuk mendapatkan pekerjaan di industri tekstil, atau sesuatu yang serupa di mana saya dapat menggabungkan pekerjaan LSM saya dan dunia mode," paparnya melansir Forbes.
![Sosok Inspiratif Saeedah Haque: Desainer Muda Otodidak Ciptakan Abaya Streetwear Pertama di Dunia Hingga Masuk Daftar Forbes]()
Menurutnya,
busana modest telah berkembang pesat, tetapi ia memperhatikan bahwa semua merek tersebut berfokus pada penampilan feminin tradisional dan pakaian untuk acara-acara khusus.
"Saya memulai lini busana saya karena saya tidak dapat menemukan abaya yang sesuai dengan gaya saya atau tingkat kepraktisan yang saya butuhkan. Saya membutuhkan abaya yang bisa dipakai untuk bekerja atau keluar rumah, di mana Anda tidak perlu memakai sepatu hak tinggi atau menatanya dengan cara apa pun. Anehnya, Anda mungkin berpikir ada abaya dengan saku dan resleting, tetapi abaya seperti itu sangat langka."
(lsi)