LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Minuman berenergi seringkali jadi pilihan saat tubuh mengalami kelelahan. Banyak orang beranggapan dengan mengonsumsi minuman energi dapat mengembalikan stamina tubuh.
Namun, tahukah Sahabat bila terlalu sering mengonsumsi minuman energi dapat menimbulkan efek negatif, terutama bagi
kesehatan jantung?
Baca juga: Perlukah Minuman Energi Dikonsumsi saat OlahragaDosen Fakultas Kedokteran
IPB University, dr Christy Efiyanti, SpPD, FINASIM, mengatakan mengonsumsi
minuman energi secara berlebihan bisa menjadi “bom waktu” bagi kesehatan jantung, khususnya pada anak muda.
Ia mengatakan, kasus gagal jantung akibat konsumsi minuman energi telah dilaporkan di berbagai negara, termasuk Indonesia, seiring tren penggunaan minuman energi untuk menunjang stamina kerja maupun aktivitas.
“Salah satu kasus, pasien berusia 21 tahun mengalami gagal jantung setelah rutin mengonsumsi empat kaleng
minuman energi setiap hari," terang dr Christy seperti dikutip dari laman IPB University, Selasa (30/9/2025).
Christy menjelaskan bahwa kandungan kafein dalam jumlah besar dapat memicu gangguan irama jantung yang berujung pada
gagal jantung jika tidak segera ditangani.
"Risiko ini bisa menimpa siapa saja, sehingga perlu ada peringatan yang jelas pada label
minuman energi tentang potensi bahaya bagi jantung bila dikonsumsi berlebihan," tambahnya.
Baca juga: Wajib Tahu, Ini Dampak Negatif Minuman Energi bagi TubuhLebih jauh, dr Christy mengingatkan bahwa kombinasi kebiasaan buruk anak muda seperti bergadang, konsumsi makanan cepat saji, merokok atau vape, serta jarang berolahraga semakin meningkatkan risiko
gangguan jantung.
“Olahraga rutin adalah kunci yang sering dianggap klise, padahal justru itulah penyelamat hidup. Dengan berolahraga, kita bisa menjaga fungsi jantung sekaligus mencegah sarkopenia dan osteoporosis di usia tua,” tegasnya.
Christy mengatakan untuk menjaga kualitas hidup bisa dimulai dari hal-hal sederhana namun konsisten, seperti pola makan sehat, olahraga rutin, cukup minum air putih, menghindari gaya hidup sedentari, menjauhi obesitas, serta tidak merokok.
“Tidak ada tawar-menawar untuk hidup sehat. Itu investasi seumur hidup agar jantung tetap prima, hati tetap sehat, dan tubuh terbebas dari risiko penyakit kronis,” pungkas dr Christy.
(est)