home global news

Desa di Swiss Hentikan Proyek Masjid Demi Hindari Ketegangan

Senin, 13 April 2026 - 16:27 WIB
Desa di Swiss Hentikan Proyek Masjid Demi Hindari Ketegangan
LANGIT7.ID-Swiss; Rencana pembangunan masjid di desa Siebnen, kanton Schwyz, dibatalkan setelah muncul gelombang penolakan dari warga setempat. Komunitas Muslim Albania yang berada di balik proyek tersebut menyatakan akan menghentikan sementara upaya mereka demi menghindari ketegangan lebih lanjut, seperti dilaporkan SRF.

"Kami tidak ingin memecah belah warga," kata Sinan Sadriu, ketua asosiasi setempat, kepada SRF. Kelompok itu awalnya berharap bisa mengubah gedung bersejarah Läufferhaus yang berada di pusat desa menjadi tempat ibadah bagi Muslim setempat. Sebagai gantinya, mereka akan mencari dialog dengan pemerintah desa untuk menjelajahi lokasi alternatif.

Rencana tersebut langsung memicu reaksi keras. Cabang lokal Partai Rakyat Swiss (UDC/SVP) berhasil mengumpulkan sekitar 5.000 tanda tangan penolakan—jumlah yang sangat besar untuk komunitas kecil. Warga menyatakan kekhawatiran bahwa proyek seperti itu akan mengubah karakter desa. "Tidak pantas berada di tengah desa," ujar seorang pemilik toko yang tokonya menghadap langsung ke lokasi yang direncanakan.

Kejadian ini tidak terisolasi. Di seluruh Swiss, proyek masjid semakin sering menjadi pemicu konflik lokal. Di St. Gallen, rencana pembangunan masjid besar bernilai jutaan franc memicu kontroversi. Di Wittigkofen, pinggiran kota Bern, warga memprotes usulan pendirian ruang salat Muslim di pusat komunitas milik gereja. Perselisihan itu kadang berlangsung sengit, dengan staf gereja dilaporkan mendapat ancaman dan perlakuan kasar.

Para penentang sering membingkai keberatan mereka dalam istilah budaya. Sejumlah warga merasa tidak nyaman dengan praktik keagamaan yang asing; yang lain berargumen bahwa proyek semacam itu tidak sesuai dengan tradisi setempat. Sementara itu, para pendukung menunjuk pada semakin hadirnya komunitas Muslim dan integrasi mereka ke dalam masyarakat Swiss.

Ali Osman, presiden Pusat Islam di Bern, mengakui adanya skeptisisme. "Orang takut pada apa yang tidak mereka kenal," katanya. Dia dan saudarinya, Sabira, yang sama-sama dibesarkan di Swiss, telah memimpin upaya penggalangan dana untuk proyek Wittigkofen. Tujuan mereka, kata mereka, bukanlah menggantikan institusi yang sudah ada, melainkan menciptakan ruang bagi kehidupan beragama dan bermasyarakat.

Namun, pendanaan terbukti menjadi kendala. Kelompok itu memiliki waktu hingga akhir Maret untuk mengumpulkan CHF 1,8 juta, harga yang ditetapkan Gereja Reformasi untuk penjualan gedung tersebut. Tenggat waktu berlalu tanpa dana yang cukup, dan kesepakatan pun batal. Prosesnya mungkin bisa dimulai lagi, tetapi untuk saat ini proyek tersebut ditunda.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya