home global news

Menteri Agama Dorong Ekoteologi Masuk Kurikulum, Iman Tak Cukup Tanpa Aksi Lingkungan

Jum'at, 17 April 2026 - 15:40 WIB
Menteri Agama Dorong Ekoteologi Masuk Kurikulum, Iman Tak Cukup Tanpa Aksi Lingkungan
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya integrasi nilai keagamaan dengan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penguatan ekoteologi dan kurikulum berbasis cinta. Hal ini disampaikan Menag saat memberikan sambutan di UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.

Dalam kegiatan bertajuk Penguatan Ekoteologi dan Kurikulum Cinta: dari Kesadaran Spiritual Menuju Aksi Lingkungan yang digelar di Auditorium Gedung Pusat Sumber Belajar kampus tersebut, Menag menekankan bahwa kesadaran spiritual tidak cukup berhenti pada tataran konsep.

“Kesadaran spiritual harus mampu melahirkan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan. Kita tidak boleh berhenti pada pemahaman, tetapi harus bergerak pada aksi,” ujar Nasaruddin dalam keterangan resmi, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, ekoteologi merupakan bagian dari ajaran agama yang menempatkan pelestarian alam sebagai tanggung jawab keimanan. Menurutnya, berbagai konsep dalam agama telah mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari keberlanjutan kehidupan.

Menag juga mendorong penerapan Kurikulum Cinta dalam sistem pendidikan. Pendekatan ini dinilai dapat menumbuhkan empati, kepedulian sosial, dan kesadaran ekologis di kalangan generasi muda.

“Kurikulum Cinta mengajarkan kita untuk merawat bumi dengan penuh kasih. Dari kesadaran ini akan lahir tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan kehidupan,” katanya.

Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Evi Muafiah, menyatakan bahwa kampusnya telah mulai mengimplementasikan konsep tersebut dalam berbagai program. Salah satunya melalui pengelolaan sampah mandiri yang telah berjalan selama dua tahun terakhir.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya