Ekonomi Syariah Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional, Sumatera Selatan Siap Jadi Penggerak Regional
Tim langit 7
Senin, 20 April 2026 - 15:29 WIB
Ekonomi Syariah Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional, Sumatera Selatan Siap Jadi Penggerak Regional
LANGIT7.ID-Palembang; Sektor ekonomi syariah kini dipandang sebagai motor utama pertumbuhan regional, bukan sekadar pelengkap sistem keuangan konvensional. Pandangan itu mengemuka dalam Forum Ekonomi Regional Sumatera 2026 yang berlangsung di Auditorium Perpustakaan UIN Raden Fatah Palembang, Senin, 20 April 2026.
Forum bertema penguatan ekonomi syariah sebagai penggerak ekonomi regional ini mempertemukan pemerintah, akademisi, industri, dan lembaga keuangan dalam satu forum kolaboratif. Kegiatan ini didukung oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) atau BRIS.
Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi syariah mencatat pertumbuhan di atas rata-rata ekonomi nasional, ditandai oleh peningkatan aset, pembiayaan, dan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB). Tren itu turut ditopang oleh akselerasi sertifikasi halal serta lonjakan permintaan di berbagai segmen, mulai dari fashion muslim, kosmetik, farmasi, media keuangan, hingga pariwisata ramah Muslim.
Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sekretariat Daerah Sumatera Selatan Ir. Basyaruddin Akhmad, M.Sc., yang mewakili Gubernur Sumatera Selatan, menekankan bahwa cakupan ekonomi syariah jauh lebih luas dari sekadar sektor perbankan.
"Ekonomi syariah tidak hanya terbatas pada sektor keuangan, tetapi mencakup seluruh aktivitas ekonomi, termasuk industri halal dan kewirausahaan berbasis syariah," kata dia dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
Menurut Basyaruddin, pertumbuhan tersebut membuka ruang yang signifikan bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing, baik di level domestik maupun global.
"Permintaan terhadap produk halal terus meningkat, baik dari sisi domestik maupun global. Ini menjadi peluang yang harus terus kita dorong," kata dia.
Forum bertema penguatan ekonomi syariah sebagai penggerak ekonomi regional ini mempertemukan pemerintah, akademisi, industri, dan lembaga keuangan dalam satu forum kolaboratif. Kegiatan ini didukung oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) atau BRIS.
Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi syariah mencatat pertumbuhan di atas rata-rata ekonomi nasional, ditandai oleh peningkatan aset, pembiayaan, dan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB). Tren itu turut ditopang oleh akselerasi sertifikasi halal serta lonjakan permintaan di berbagai segmen, mulai dari fashion muslim, kosmetik, farmasi, media keuangan, hingga pariwisata ramah Muslim.
Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sekretariat Daerah Sumatera Selatan Ir. Basyaruddin Akhmad, M.Sc., yang mewakili Gubernur Sumatera Selatan, menekankan bahwa cakupan ekonomi syariah jauh lebih luas dari sekadar sektor perbankan.
"Ekonomi syariah tidak hanya terbatas pada sektor keuangan, tetapi mencakup seluruh aktivitas ekonomi, termasuk industri halal dan kewirausahaan berbasis syariah," kata dia dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
Menurut Basyaruddin, pertumbuhan tersebut membuka ruang yang signifikan bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing, baik di level domestik maupun global.
"Permintaan terhadap produk halal terus meningkat, baik dari sisi domestik maupun global. Ini menjadi peluang yang harus terus kita dorong," kata dia.