home masjid

Defisit Kekuatan Ghaib: Syaikh Al Asyqar Sebut Jin Tak Miliki Kapasitas Ciptakan Mukjizat

Selasa, 28 April 2026 - 15:29 WIB
Ketidakmampuan jin bukanlah sebuah cacat produksi, melainkan sebuah desain untuk menjaga ketertiban spiritual di alam semesta. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID - Dunia ghaib sering kali dicitrakan sebagai sumber kekuatan tanpa batas yang mampu memanipulasi realitas fisik sesuka hati. Namun, dalam cakrawala berpikir Islam yang jernih, entitas jin sebenarnya merupakan makhluk yang terkepung oleh berbagai limitasi absolut. Salah satu titik nadir yang paling krusial adalah ketidakmampuan total mereka untuk menciptakan atau sekadar menandingi mukjizat para nabi.

Syaikh Umar Sulaiman Al Asyqar dalam kitabnya, Alam Al Jin Wa Asy Syayathin, membedah fenomena ini bukan sebagai kebetulan, melainkan sebagai garis pemisah yang sengaja ditetapkan Sang Pencipta.

Dalam sejarah teologi, sering kali muncul tuduhan dari kaum skeptis dan orang-orang kafir yang mencoba mereduksi martabat Al Quran. Mereka menuduh bahwa kitab suci tersebut merupakan hasil rekayasa atau dibawa turun oleh setan dari golongan jin. Narasi ini dibantah secara telak oleh Al Quran melalui surat Asy Syuara ayat 210-212 yang menjadi landasan argumentasi Syaikh Al Asyqar. Allah berfirman:

وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ الشَّيَاطِينُ وَمَا يَنْبَغِي لَهُمْ وَمَا يَسْتَطِيعُونَ إِنَّهُمْ عَنِ السَّمْعِ لَمَعْزُولُونَ

Dan Al Quran itu bukanlah dibawa turun oleh setan-setan. Dan tidaklah patut mereka membawa turun Al Quran itu, dan mereka pun tidak akan mampu. Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan dari mendengar Al Quran itu.

Interpretasi Al Asyqar terhadap ayat ini menekankan pada dua aspek kegagalan jin: ketidakpantasan secara moral dan ketidakmampuan secara fungsional. Jin dan setan, dengan segala atribut negatifnya, tidak memiliki keselarasan frekuensi dengan kesucian wahyu. Lebih jauh lagi, mereka dijauhkan dari akses informasi langit yang menjadi sumber mukjizat. Ini menunjukkan bahwa mukjizat bukan sekadar kekuatan supranatural biasa, melainkan intervensi langsung dari Tuhan yang jalurnya tertutup rapat bagi entitas jin.

Secara akademis, mukjizat didefinisikan sebagai peristiwa yang menyalahi hukum alam (khariqul adah) yang bertujuan untuk membuktikan kebenaran seorang utusan Tuhan. Syaikh Al Asyqar menguraikan bahwa kemampuan jin yang selama ini dianggap luar biasa—seperti terbang secepat kilat atau memindahkan benda berat—tetap berjalan di bawah koridor hukum alam semesta yang telah ditetapkan Allah bagi mereka. Mereka tidak memiliki mandat untuk menembus atau melampaui batasan tersebut guna menciptakan tanda-tanda kebesaran yang setara dengan tongkat Nabi Musa atau hidupnya kembali orang mati di tangan Nabi Isa.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya