PLN Gandeng UNOPS, Transisi Energi Bersih Indonesia Didorong Lebih Cepat
Tim langit 7
Kamis, 30 April 2026 - 16:58 WIB
Dirut PLN Darmawan Prasodjo (kedua dari kanan) bersama pejabat terkait menyaksikan penyerahan Partnership Agreement UNOPSPLN untuk dukung kajian dan percepatan transisi energi nasional. (Dok: PLN)
LANGIT7.ID-Jakarta; PT PLN (Persero) terus memperkokoh sinergi global untuk meningkatkan utilisasi Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim. Komitmen ini ditegaskan melalui penyerahan dokumen partnership agreement bersama United Nations Office for Project Services (UNOPS) pada kegiatan PLN Sustainability Day 2026 bertajuk “Empowering Climate Resilience” di Jakarta, Selasa (28/4).
Perjanjian kemitraan tentang kajian dan dukungan kegiatan transisi energi ini akan mendorong berbagai inisiatif, termasuk kajian terkait strategi transisi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), pengembangan smart grid dan Energy Storage System(ESS), serta studi yang mendukung pengembangan energi terbarukan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan, kerja sama tersebut mencerminkan komitmen berkelanjutan PLN dalam memperkuat kemitraan global guna menghadirkan solusi nyata dalam menghadapi perubahan iklim. Menurutnya, kolaborasi strategis dan dukungan antarpihak dalam transisi energi merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional dan membangun ketahanan ekonomi yang berkelanjutan.
“PLN terus memperkuat kemitraan global untuk menghadirkan solusi nyata dan berkelanjutan dalam menghadapi perubahan iklim, termasuk melalui kolaborasi dengan UNOPS. Kemitraan ini mencerminkan aliansi visioner untuk mempercepat transisi energi Indonesia melalui inisiatif konkret yang berdampak tinggi," tutur Darmawan dalam keterangan resmi, Kamis (30/4/2026).
Dirinya menambahkan, dukungan global adalah elemen vital bagi Indonesia dalam menjalankan transisi energi. Ia menekankan bahwa krisis iklim merupakan tantangan lintas batas yang dampaknya dirasakan oleh seluruh dunia.
"Perubahan iklim adalah tantangan global yang tidak mengenal batas negara. Emisi gas rumah kaca di satu wilayah di bumi akan berdampak pada wilayah lainnya. Karena itu, transisi energi menjadi perjuangan bersama untuk menjaga masa depan peradaban manusia,” tegas Darmawan.
Deputy Director of the Southeast Asia Energy Transition Partnership (ETP) UNOPS, John Cotton menyampaikan, kolaborasi ini merupakan langkah penting untuk menyelaraskan transformasi sektor energi Indonesia melalui dukungan internasional. Keterlibatan ini diharapkan mampu mempercepat implementasi berbagai program prioritas melalui pendekatan berbasis kajian, inovasi teknologi, serta penguatan kapasitas korporasi.
Perjanjian kemitraan tentang kajian dan dukungan kegiatan transisi energi ini akan mendorong berbagai inisiatif, termasuk kajian terkait strategi transisi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), pengembangan smart grid dan Energy Storage System(ESS), serta studi yang mendukung pengembangan energi terbarukan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan, kerja sama tersebut mencerminkan komitmen berkelanjutan PLN dalam memperkuat kemitraan global guna menghadirkan solusi nyata dalam menghadapi perubahan iklim. Menurutnya, kolaborasi strategis dan dukungan antarpihak dalam transisi energi merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional dan membangun ketahanan ekonomi yang berkelanjutan.
“PLN terus memperkuat kemitraan global untuk menghadirkan solusi nyata dan berkelanjutan dalam menghadapi perubahan iklim, termasuk melalui kolaborasi dengan UNOPS. Kemitraan ini mencerminkan aliansi visioner untuk mempercepat transisi energi Indonesia melalui inisiatif konkret yang berdampak tinggi," tutur Darmawan dalam keterangan resmi, Kamis (30/4/2026).
Dirinya menambahkan, dukungan global adalah elemen vital bagi Indonesia dalam menjalankan transisi energi. Ia menekankan bahwa krisis iklim merupakan tantangan lintas batas yang dampaknya dirasakan oleh seluruh dunia.
"Perubahan iklim adalah tantangan global yang tidak mengenal batas negara. Emisi gas rumah kaca di satu wilayah di bumi akan berdampak pada wilayah lainnya. Karena itu, transisi energi menjadi perjuangan bersama untuk menjaga masa depan peradaban manusia,” tegas Darmawan.
Deputy Director of the Southeast Asia Energy Transition Partnership (ETP) UNOPS, John Cotton menyampaikan, kolaborasi ini merupakan langkah penting untuk menyelaraskan transformasi sektor energi Indonesia melalui dukungan internasional. Keterlibatan ini diharapkan mampu mempercepat implementasi berbagai program prioritas melalui pendekatan berbasis kajian, inovasi teknologi, serta penguatan kapasitas korporasi.