OJK Dorong Literasi Keuangan Syariah, Pesantren Jadi Pusat Ekonomi Komunitas
Tim langit 7
Kamis, 30 April 2026 - 19:23 WIB
OJK Dorong Literasi Keuangan Syariah, Pesantren Jadi Pusat Ekonomi Komunitas
LANGIT7.ID-Jakarta; Upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah terus didorong melalui penguatan peran pesantren sebagai pusat ekonomi komunitas. Inisiatif ini diwujudkan lewat Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah serta program SAKINAH yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.
Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga membuka akses kolaborasi antara pelaku usaha dan lembaga jasa keuangan syariah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat pesantren sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis masyarakat.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menilai pesantren memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda pembangunan jangka panjang.
“Program pemerintah saat ini tidak hanya berbicara mengenai kebutuhan hari ini tetapi juga untuk generasi ke depan,” ujar Dicky dalam keterangannya, dikutip Kamis (30/4/2026).
Menurut dia, penguatan ekosistem pesantren menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Hal ini juga berkaitan dengan berbagai program pemerintah yang memiliki dampak luas, termasuk program Makan Bergizi Gratis.
Dicky menjelaskan program tersebut tidak hanya berperan dalam pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru. Rantai pasok dari sektor pertanian hingga perkebunan dinilai dapat melibatkan masyarakat di sekitar pesantren.
Dalam kegiatan yang sama, OJK juga memberikan edukasi melalui program SAKINAH yang diikuti ratusan santri. Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan keuangan hingga kewaspadaan terhadap kejahatan finansial. Selain itu, Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah menghadirkan sesi business matching antara pelaku usaha dan lembaga keuangan syariah.
Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga membuka akses kolaborasi antara pelaku usaha dan lembaga jasa keuangan syariah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat pesantren sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis masyarakat.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menilai pesantren memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda pembangunan jangka panjang.
“Program pemerintah saat ini tidak hanya berbicara mengenai kebutuhan hari ini tetapi juga untuk generasi ke depan,” ujar Dicky dalam keterangannya, dikutip Kamis (30/4/2026).
Menurut dia, penguatan ekosistem pesantren menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Hal ini juga berkaitan dengan berbagai program pemerintah yang memiliki dampak luas, termasuk program Makan Bergizi Gratis.
Dicky menjelaskan program tersebut tidak hanya berperan dalam pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru. Rantai pasok dari sektor pertanian hingga perkebunan dinilai dapat melibatkan masyarakat di sekitar pesantren.
Dalam kegiatan yang sama, OJK juga memberikan edukasi melalui program SAKINAH yang diikuti ratusan santri. Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan keuangan hingga kewaspadaan terhadap kejahatan finansial. Selain itu, Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah menghadirkan sesi business matching antara pelaku usaha dan lembaga keuangan syariah.