LANGIT7.ID, Depok,- -
Universitas Indonesia (UI) menegaskan bahwa unggahan Suara Mahasiswa (SUMA) UI tidak merepresentasikan sikap resmi institusi serta keseluruhan sivitas akademika UI. Pernyataan tersebut terkait konten SUMA UI yang dinilai mengampanyekan isu
Pride Month yang berkaitan dengan
LGBT.
"Universitas Indonesia menegaskan bahwa isi unggahan tersebut murni merupakan pandangan redaksional dari
organisasi kemahasiswaan yang bersangkutan," kata Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional Erwin Agustian Panigoro, dikutip Ahad (14/6/2026).
Baca juga: 16 Mahasiswa FHUI Terduga Pelaku Pelecehan Seksual DinonaktifkanDalam keterangannya, UI menyatakan tetap menghormati kebebasan berpendapat sebagai bagian dari ekosistem akademik yang
demokratis. Kampus dipandang sebagai ruang dialog dan pengembangan
ilmu pengetahuan yang terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan secara kritis dan bertanggung jawab.
Meski demikian, UI mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi tidak bersifat mutlak tanpa batas. Setiap bentuk penyampaian pendapat harus disertai tanggung jawab sosial, dilakukan secara santun, tidak provokatif, dan tetap mematuhi etika akademik yang berlaku.
"Sebagai institusi pendidikan tinggi, UI berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, peraturan perundang-undangan, dan norma yang berlaku di Indonesia," tegas Erwin.
Merespons berbagai reaksi yang muncul di tengah masyarakat, pimpinan UI menyatakan telah melakukan penelaahan dan evaluasi internal terhadap unggahan tersebut bersama otoritas kampus terkait.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas kemahasiswaan tetap berjalan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku di lingkungan kampus.
Baca juga: UI Pastikan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Ditangani Serius"Proses ini dilakukan bersama otoritas kampus terkait untuk memastikan bahwa setiap aktivitas kemahasiswaan senantiasa sejalan dengan Kode Etik dan Peraturan Tata Tertib Mahasiswa UI, serta berpedoman pada koridor kebebasan akademik yang bertanggung jawab," lanjut Erwin dalam keterangannya.
Di akhir pernyataannya, Universitas Indonesia mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk terus menjaga persatuan, saling menghormati perbedaan pandangan, serta mengedepankan aspirasi yang konstruktif demi terciptanya iklim kampus yang sehat dan kondusif.
(est)