Sofifi Desa di Kepulauan Halmahera yang Jadi Tuan Rumah STQN Malut
Garry Talentedo Kesawa
Ahad, 17 Oktober 2021 - 17:37 WIB
Masjid Raya Shaful Khairaat di Sofifi, Maluku Utara. Foto : Instagram
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berharap pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran Nasional XXVI 2021 di Sofifi, Maluku Utara menjadi momentum membumikan semangat Islam yang penuh rahmat dan damai.
"Pada tahun ini STQ Nasional dilaksanakan di Sofifi, Maluku Utara yang sarat akan sejarah panjang, kaya nilai kearifan lokal," kata dia.
Terpilihnya Sofifi sebagai tuan rumah pelaksaan seleksi tilawatil Quran ini karena Maluku Utara adalah wilayah kesultanan Islam yang memiliki nilai peradaban tinggi.
Menurut Menag Yaqut Al Quran adalah pusat energi yang tidak hanya menggerakkan tetapi merawat Islam untuk terus berperan dalam mewarnai keragaman Nusantara.
Baca juga : Kerahkan 102 Personel, PLN Siap Amankan Listrik STQ Nasional XXVI di Maluku Utara
"STQ Nasional bukan hajatan yang bersifat hura-hura hingga adu gengsi, ini adalah langkah untuk mengenalkan keislaman yang moderat kepada generasi muda," ujarnya.
Ia menilai ajang ini juga sarana mendekatkan Al Quran kepada masyarakat luas dan menggali makna holistik untuk dijadikan spirit berbangsa dan bernegara. "Spirit Al Quran telah mendorong lahirnya generasi Islam yang moderat," kata dia.
"Pada tahun ini STQ Nasional dilaksanakan di Sofifi, Maluku Utara yang sarat akan sejarah panjang, kaya nilai kearifan lokal," kata dia.
Terpilihnya Sofifi sebagai tuan rumah pelaksaan seleksi tilawatil Quran ini karena Maluku Utara adalah wilayah kesultanan Islam yang memiliki nilai peradaban tinggi.
Menurut Menag Yaqut Al Quran adalah pusat energi yang tidak hanya menggerakkan tetapi merawat Islam untuk terus berperan dalam mewarnai keragaman Nusantara.
Baca juga : Kerahkan 102 Personel, PLN Siap Amankan Listrik STQ Nasional XXVI di Maluku Utara
"STQ Nasional bukan hajatan yang bersifat hura-hura hingga adu gengsi, ini adalah langkah untuk mengenalkan keislaman yang moderat kepada generasi muda," ujarnya.
Ia menilai ajang ini juga sarana mendekatkan Al Quran kepada masyarakat luas dan menggali makna holistik untuk dijadikan spirit berbangsa dan bernegara. "Spirit Al Quran telah mendorong lahirnya generasi Islam yang moderat," kata dia.