BAZNAS dan ParagonCorp Salurkan Beasiswa, Akses Pendidikan Mahasiswa Diperluas
Tim langit 7
Senin, 04 Mei 2026 - 09:27 WIB
BAZNAS dan ParagonCorp Salurkan Beasiswa, Akses Pendidikan Mahasiswa Diperluas
LANGIT7.ID-Jakarta; Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama ParagonCorp memperkuat akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa kurang mampu melalui program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB), yang ditandai dengan kegiatan pembinaan di Auditorium Universitas Andalas, Padang, Sumatra Barat.
Dalam kegiatan tersebut, ParagonCorp menyalurkan dana zakat perusahaan senilai Rp1,5 miliar untuk mendukung berbagai program pendidikan dan sosial, termasuk beasiswa bagi 214 mahasiswa asal Aceh dan Sumatra yang terdampak bencana.
Acara ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., M.P.P.M., Akt., CA., CRGP., Ketua BAZNAS Provinsi Sumatra Barat, Dr. H. Buchari M., M.Ag., Ketua BAZNAS Kota Padang, Muhammad Mufti Syarfie, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, Mentor Universitas Andalas, Herlambang, serta 1.000 mahasiswa peserta yang hadir secara hybrid.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, KH. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan, Beasiswa Cendekia BAZNAS merupakan solusi nyata dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif, merata, dan berkeadilan. Menurutnya, dukungan dari sektor swasta menjadi faktor penting dalam memperkuat dampak program tersebut.
“Kami meyakini bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan secara sendiri, tetapi membutuhkan sinergi antara berbagai elemen. Kami menyampaikan apresiasi kepada ParagonCorp yang telah menunaikan zakat perusahaannya sekaligus berkontribusi dalam mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa, khususnya yang terdampak bencana,” ujar Idy dalam keterangan resmi, dikutip Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan, BAZNAS terus memperluas jangkauan program BCB dengan menjalin kerja sama bersama 223 lembaga pendidikan di dalam negeri serta mengembangkan program hingga ke mancanegara seperti Rusia dan Timur Tengah. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam membangun ekosistem pendidikan yang luas, inklusif, dan berkelanjutan.
"Ikhtiar ini juga sejalan dengan misi Asta Cita poin empat dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, ParagonCorp menyalurkan dana zakat perusahaan senilai Rp1,5 miliar untuk mendukung berbagai program pendidikan dan sosial, termasuk beasiswa bagi 214 mahasiswa asal Aceh dan Sumatra yang terdampak bencana.
Acara ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., M.P.P.M., Akt., CA., CRGP., Ketua BAZNAS Provinsi Sumatra Barat, Dr. H. Buchari M., M.Ag., Ketua BAZNAS Kota Padang, Muhammad Mufti Syarfie, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, Mentor Universitas Andalas, Herlambang, serta 1.000 mahasiswa peserta yang hadir secara hybrid.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, KH. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan, Beasiswa Cendekia BAZNAS merupakan solusi nyata dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif, merata, dan berkeadilan. Menurutnya, dukungan dari sektor swasta menjadi faktor penting dalam memperkuat dampak program tersebut.
“Kami meyakini bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan secara sendiri, tetapi membutuhkan sinergi antara berbagai elemen. Kami menyampaikan apresiasi kepada ParagonCorp yang telah menunaikan zakat perusahaannya sekaligus berkontribusi dalam mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa, khususnya yang terdampak bencana,” ujar Idy dalam keterangan resmi, dikutip Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan, BAZNAS terus memperluas jangkauan program BCB dengan menjalin kerja sama bersama 223 lembaga pendidikan di dalam negeri serta mengembangkan program hingga ke mancanegara seperti Rusia dan Timur Tengah. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam membangun ekosistem pendidikan yang luas, inklusif, dan berkelanjutan.
"Ikhtiar ini juga sejalan dengan misi Asta Cita poin empat dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.