KNEKS Soroti Risiko Global, Bank Syariah Diminta Perkuat Manajemen Risiko
Tim langit 7
Senin, 04 Mei 2026 - 09:32 WIB
KNEKS Soroti Risiko Global, Bank Syariah Diminta Perkuat Manajemen Risiko
LANGIT7.ID-Jakarta; Penguatan daya tahan menjadi isu utama yang dibahas dalam forum internasional mengenai perbankan syariah, seiring meningkatnya tekanan global yang memengaruhi stabilitas sektor keuangan. Upaya ini dinilai krusial agar bank syariah mampu tetap tumbuh di tengah risiko eksternal yang semakin kompleks.
Hal tersebut mengemuka dalam webinar bertajuk “Enhancing the Resilience of Islamic Banks in the Face of Global Exogenous Events” yang digelar oleh The General Council for Islamic Banks and Financial Institutions bersama Bahrain Institute of Banking and Finance pada 27 April. Forum ini menjadi bagian dari kolaborasi berkelanjutan kedua lembaga dalam memperkuat kapasitas dan pertukaran pengetahuan industri keuangan syariah global.
Dalam forum tersebut, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) melalui Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah, Sutan Emir Hidayat, menyoroti berbagai tekanan eksternal yang dihadapi industri perbankan syariah. Tantangan tersebut mencakup risiko perubahan iklim, dinamika geopolitik, disrupsi keuangan global, hingga ancaman siber yang semakin meningkat.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut menuntut penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta kesiapan menghadapi krisis agar bank syariah tetap adaptif. Menurutnya, prinsip dasar keuangan syariah justru menjadi kekuatan utama dalam membangun sistem yang lebih stabil.
“Perbankan syariah memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi guncangan global, karena didukung oleh prinsip kehati-hatian, berbasis aset riil, dan mengedepankan keseimbangan antara risiko dan manfaat,” ujar Emir dalam keterangan resmi, dikutip Senin (4/5/2026).
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya penguatan kerangka risk appetite, peningkatan ketahanan operasional, serta kemampuan menyesuaikan diri terhadap kebijakan regulator yang terus berkembang. Kesiapan menghadapi krisis melalui skenario stress testing dan koordinasi antar pemangku kepentingan juga dinilai menjadi faktor kunci menjaga stabilitas sektor ini.
Webinar tersebut turut menghadirkan sejumlah pakar internasional, di antaranya Lilian Le Falher dari ISTRAT Advisory Bahrain dan Jarmo Kotilaine dari Tamkeen Bahrain, dengan Rachid Ettaai sebagai moderator. Peserta yang terlibat berasal dari kalangan perbankan syariah, otoritas, hingga akademisi dari berbagai negara.
Hal tersebut mengemuka dalam webinar bertajuk “Enhancing the Resilience of Islamic Banks in the Face of Global Exogenous Events” yang digelar oleh The General Council for Islamic Banks and Financial Institutions bersama Bahrain Institute of Banking and Finance pada 27 April. Forum ini menjadi bagian dari kolaborasi berkelanjutan kedua lembaga dalam memperkuat kapasitas dan pertukaran pengetahuan industri keuangan syariah global.
Dalam forum tersebut, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) melalui Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah, Sutan Emir Hidayat, menyoroti berbagai tekanan eksternal yang dihadapi industri perbankan syariah. Tantangan tersebut mencakup risiko perubahan iklim, dinamika geopolitik, disrupsi keuangan global, hingga ancaman siber yang semakin meningkat.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut menuntut penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta kesiapan menghadapi krisis agar bank syariah tetap adaptif. Menurutnya, prinsip dasar keuangan syariah justru menjadi kekuatan utama dalam membangun sistem yang lebih stabil.
“Perbankan syariah memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi guncangan global, karena didukung oleh prinsip kehati-hatian, berbasis aset riil, dan mengedepankan keseimbangan antara risiko dan manfaat,” ujar Emir dalam keterangan resmi, dikutip Senin (4/5/2026).
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya penguatan kerangka risk appetite, peningkatan ketahanan operasional, serta kemampuan menyesuaikan diri terhadap kebijakan regulator yang terus berkembang. Kesiapan menghadapi krisis melalui skenario stress testing dan koordinasi antar pemangku kepentingan juga dinilai menjadi faktor kunci menjaga stabilitas sektor ini.
Webinar tersebut turut menghadirkan sejumlah pakar internasional, di antaranya Lilian Le Falher dari ISTRAT Advisory Bahrain dan Jarmo Kotilaine dari Tamkeen Bahrain, dengan Rachid Ettaai sebagai moderator. Peserta yang terlibat berasal dari kalangan perbankan syariah, otoritas, hingga akademisi dari berbagai negara.