Halal Bihalal PCNU Madura dan Jawa Timur Perkuat Silaturahmi Bersama Ketua Umum PBNU
Tim langit 7
Rabu, 06 Mei 2026 - 14:43 WIB
Halal Bihalal PCNU Madura dan Jawa Timur Perkuat Silaturahmi Bersama Ketua Umum PBNU
LANGIT7.ID-Jakarta; Kegiatan halal bihalal yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Madura Raya dan Jawa Timur menjadi momentum penguatan silaturahmi sekaligus konsolidasi warga Nahdliyin. Acara tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Syaikhona Muhammad Kholil, Demangan Barat, Bangkalan, Senin (04/05/2026), dengan dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf.
Meski sudah melewati bulan Syawal, kegiatan ini tetap dilaksanakan. Ketua Panitia Halal Bihalal, RKH Muhammad Nasih Aschal menegaskan bahwa halal bihalal di lingkungan NU memiliki makna lebih dari sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari menjaga hubungan dengan para masyaikh.
"Alhamdulillah ketika melihat antusiasme yang hadir sungguh menjadi kebanggaan tersendiri khususnya NU di Kabupaten Bangkalan. Ternyata apapun dinamikanya NU selalu ada di hati warganya. Kalo pun NU tepatnya bulan Agustus nanti akan melaksanakan Muktamar," ujarnya, dilansir dari situs NU, Rabu (6/5/2026).
Wakil Ketua PCNU Bangkalan itu juga menekankan bahwa keyakinan warga NU terhadap keberkahan organisasi tidak akan berubah dalam kondisi apapun. Ia memastikan Bangkalan siap terlibat dalam berbagai agenda besar yang akan datang.
Ra Nasih, sapaan akrabnya, menilai kekuatan NU terletak pada perannya dalam aspek kebangsaan dan keumatan. Menurutnya, hal itu menjadi fondasi yang membuat organisasi tetap bertahan menghadapi berbagai tantangan.
"Warga NU kalo diceritakan bagaimana peran NU, kebangsaan dan keumatan itulah yang membuat yakin apapun ombak yang menghantam terhadap jam'iyyah ini, insya Allah Nahdlatul ulama tetap berdiri tegak dalam menjaga warganya," terangnya.
Ia juga menyebut NU sebagai lokomotif besar yang mengarahkan warganya menuju keselamatan hidup di dunia dan akhirat.
Meski sudah melewati bulan Syawal, kegiatan ini tetap dilaksanakan. Ketua Panitia Halal Bihalal, RKH Muhammad Nasih Aschal menegaskan bahwa halal bihalal di lingkungan NU memiliki makna lebih dari sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari menjaga hubungan dengan para masyaikh.
"Alhamdulillah ketika melihat antusiasme yang hadir sungguh menjadi kebanggaan tersendiri khususnya NU di Kabupaten Bangkalan. Ternyata apapun dinamikanya NU selalu ada di hati warganya. Kalo pun NU tepatnya bulan Agustus nanti akan melaksanakan Muktamar," ujarnya, dilansir dari situs NU, Rabu (6/5/2026).
Wakil Ketua PCNU Bangkalan itu juga menekankan bahwa keyakinan warga NU terhadap keberkahan organisasi tidak akan berubah dalam kondisi apapun. Ia memastikan Bangkalan siap terlibat dalam berbagai agenda besar yang akan datang.
Ra Nasih, sapaan akrabnya, menilai kekuatan NU terletak pada perannya dalam aspek kebangsaan dan keumatan. Menurutnya, hal itu menjadi fondasi yang membuat organisasi tetap bertahan menghadapi berbagai tantangan.
"Warga NU kalo diceritakan bagaimana peran NU, kebangsaan dan keumatan itulah yang membuat yakin apapun ombak yang menghantam terhadap jam'iyyah ini, insya Allah Nahdlatul ulama tetap berdiri tegak dalam menjaga warganya," terangnya.
Ia juga menyebut NU sebagai lokomotif besar yang mengarahkan warganya menuju keselamatan hidup di dunia dan akhirat.