Menjelang 2030, INDEF Soroti Ancaman Gagalnya Target SDGs Lingkungan di Indonesia
Tim langit 7
Rabu, 06 Mei 2026 - 22:27 WIB
Menjelang 2030, INDEF Soroti Ancaman Gagalnya Target SDGs Lingkungan di Indonesia
LANGIT7.ID-Jakarta; Menjelang tenggat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030, Indonesia dinilai masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam pilar lingkungan. Sejumlah indikator penting bahkan disebut stagnan, mulai dari kualitas udara, kota berkelanjutan, hingga perlindungan ekosistem dan spesies terancam punah.
Hal tersebut menjadi sorotan dalam podcast What’s on Economy yang menghadirkan peneliti INDEF, Salsabila Azkia, bersama peneliti Center of Food and Energy Sustainable Development INDEF, Annisa Utami Kusumanegara.
Dalam diskusi tersebut dijelaskan bahwa Indonesia saat ini berada di peringkat 77 dari 167 negara dalam pencapaian SDGs. Secara agregat, posisi Indonesia memang relatif lebih baik dibanding sejumlah negara lain di kawasan Asia Pasifik. Namun, berbagai target lingkungan dinilai masih jauh dari harapan.
Annisa menjelaskan bahwa SDGs merupakan kesepakatan global yang diratifikasi sekitar 193 negara sebagai kelanjutan dari Millennium Development Goals (MDGs). Berbeda dengan MDGs yang lebih berfokus pada pembangunan ekonomi, SDGs memiliki pendekatan lebih luas karena mencakup isu lingkungan, sosial, tata kelola, hingga hukum.
Saat ini, SDGs terdiri atas 17 tujuan dan 169 target pembangunan global yang menjadi acuan pembangunan berkelanjutan dunia.
Menurut Annisa, tantangan terbesar Indonesia bukan hanya persoalan teknis maupun pendanaan, tetapi juga terkait political will atau kemauan politik dalam mengintegrasikan SDGs ke dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional dan daerah.
Ia menilai SDGs masih sering diperlakukan sekadar sebagai pelengkap administrasi program, bukan menjadi target utama pembangunan nasional.
Hal tersebut menjadi sorotan dalam podcast What’s on Economy yang menghadirkan peneliti INDEF, Salsabila Azkia, bersama peneliti Center of Food and Energy Sustainable Development INDEF, Annisa Utami Kusumanegara.
Dalam diskusi tersebut dijelaskan bahwa Indonesia saat ini berada di peringkat 77 dari 167 negara dalam pencapaian SDGs. Secara agregat, posisi Indonesia memang relatif lebih baik dibanding sejumlah negara lain di kawasan Asia Pasifik. Namun, berbagai target lingkungan dinilai masih jauh dari harapan.
Annisa menjelaskan bahwa SDGs merupakan kesepakatan global yang diratifikasi sekitar 193 negara sebagai kelanjutan dari Millennium Development Goals (MDGs). Berbeda dengan MDGs yang lebih berfokus pada pembangunan ekonomi, SDGs memiliki pendekatan lebih luas karena mencakup isu lingkungan, sosial, tata kelola, hingga hukum.
Saat ini, SDGs terdiri atas 17 tujuan dan 169 target pembangunan global yang menjadi acuan pembangunan berkelanjutan dunia.
Menurut Annisa, tantangan terbesar Indonesia bukan hanya persoalan teknis maupun pendanaan, tetapi juga terkait political will atau kemauan politik dalam mengintegrasikan SDGs ke dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional dan daerah.
Ia menilai SDGs masih sering diperlakukan sekadar sebagai pelengkap administrasi program, bukan menjadi target utama pembangunan nasional.