Sabalenka Alami Nasib Sial Tumbang di Babak Ketiga Italia Open Oleh Cirstea, Andreeva Masih Tak Terbendung
Sururi al faruq
Ahad, 10 Mei 2026 - 09:52 WIB
Sabalenka Alami Nasib Sial Tumbang di Babak Ketiga Italia Open Oleh Cirstea, Andreeva Masih Tak Terbendung
LANGIT7.ID-Roma; Petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, mengalami kekalahan kedua dalam tiga pertandingan setelah dikalahkan oleh Sorana Cirstea di babak ketiga Italian Open.
Petenis asal Belarus itu sebelumnya melewatkan enam match point saat kalah di perempat final dari Hailey Baptiste di Madrid Open pada 28 April, yang merupakan kekalahan keduanya di tahun ini.
Dan hanya 11 hari kemudian, persiapan Sabalenka untuk Prancis Terbuka kembali mendapat pukulan setelah ia kalah 2-6, 6-3, 7-5 dari Cirstea (peringkat 27 asal Rumania).
Ini adalah kekalahan tercepat Sabalenka sejak Kejuaraan Dubai pada Februari 2025, sekaligus mengakhiri rekor 17 turnamen beruntun di mana ia selalu mencapai perempat final atau lebih.
Petenis 28 tahun itu sempat mengambil jeda medis di akhir set ketiga di Roma untuk perawatan pada punggung bawahnya, tetapi ia jauh dari performa terbaiknya hampir sepanjang pertandingan.
"Saya merasa tidak bermain bagus dari awal hingga akhir," kata Sabalenka.
"Saya merasa tubuh saya membatasi saya untuk tampil di level tertinggi."
Petenis asal Belarus itu sebelumnya melewatkan enam match point saat kalah di perempat final dari Hailey Baptiste di Madrid Open pada 28 April, yang merupakan kekalahan keduanya di tahun ini.
Dan hanya 11 hari kemudian, persiapan Sabalenka untuk Prancis Terbuka kembali mendapat pukulan setelah ia kalah 2-6, 6-3, 7-5 dari Cirstea (peringkat 27 asal Rumania).
Ini adalah kekalahan tercepat Sabalenka sejak Kejuaraan Dubai pada Februari 2025, sekaligus mengakhiri rekor 17 turnamen beruntun di mana ia selalu mencapai perempat final atau lebih.
Petenis 28 tahun itu sempat mengambil jeda medis di akhir set ketiga di Roma untuk perawatan pada punggung bawahnya, tetapi ia jauh dari performa terbaiknya hampir sepanjang pertandingan.
"Saya merasa tidak bermain bagus dari awal hingga akhir," kata Sabalenka.
"Saya merasa tubuh saya membatasi saya untuk tampil di level tertinggi."