home otomotif

Harley-Davidson Keluarkan Jurus Baru: Untuk Kejar Market, Anak Muda Jadi Target dengan Harga Terjangkau

Ahad, 10 Mei 2026 - 09:55 WIB
Harley-Davidson Keluarkan Jurus Baru: Untuk Kejar Market, Anak Muda Jadi Target dengan Harga Terjangkau
LANGIT7.ID-Jakarta; Dari waktu ke waktu, produsen motor ikonik asal Amerika ini berusaha untuk menemukan jati dirinya kembali. Serangan terbaru Harley-Davidson kali ini adalah dengan menyasar pasar yang lebih luas.

Di bawah CEO baru Artie Starrs, Harley berharap dengan melirik ke luar basis pelanggan tradisionalnya akan membantu menstabilkan penjualannya yang telah lama menurun, demikian dilaporkan Reuters.

Perusahaan yang berbasis di Milwaukee ini mengungkapkan rencana yang berfokus pada sepeda motor yang lebih terjangkau, penekanan pada dealer, serta pertumbuhan lebih lanjut di lini suku cadang dan aksesori dengan margin lebih tinggi. Strategi ini dinamai "Back to the Bricks," yang dengannya perusahaan berharap dapat menghasilkan laba operasional inti lebih dari $350 juta pada tahun 2027 sekaligus memangkas biaya setidaknya $150 juta.

Pada intinya, Harley berharap dapat menarik pengendara yang lebih muda, sebuah kelompok demografi yang selama bertahun-tahun sulit mereka jangkau. Produsen motor ini selama ini mengandalkan pelanggan tua dan kaya yang membeli motor touring besar dengan margin tinggi, namun pendekatan tersebut kini berbalik menjadi kelemahan seiring menurunnya permintaan.

"Kami melihat Sprint dengan harga sekitar $6.000, dengan ukuran, kemampuan manuver, fitur, dan manfaat yang lebih sesuai dengan apa yang dicari oleh sebagian pengendara muda," kata Starrs kepada Reuters.

Sprint, model tingkat pemula dengan mesin 440cc yang lebih kecil, diperkirakan akan tiba pada akhir tahun ini. Harley juga menghidupkan kembali lini Sportster-nya sebagai produk kelas menengah dengan harga sekitar $10.000, menggabungkan harga yang lebih terjangkau dengan gaya tradisional seperti mesin berpendingin udara.

Perusahaan juga mengandalkan jaringan dealernya, dengan target meningkatkan laba di tingkat ritel. Para eksekutif percaya bahwa bekerja lebih erat dengan dealer akan membantu mengurangi stok berlebih sekaligus meningkatkan pengalaman pelanggan, demikian menurut Harley.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya