home wirausaha syariah

BPKH dan BAZNAS Salurkan Bantuan untuk 11 Pesantren di Jawa Timur, Sarpras Pendidikan Diperkuat

Senin, 11 Mei 2026 - 14:00 WIB
BPKH dan BAZNAS Salurkan Bantuan untuk 11 Pesantren di Jawa Timur, Sarpras Pendidikan Diperkuat
LANGIT7.ID-Jakarta; Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama mitra kemaslahatan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan program bantuan berupa sarana dan prasarana pesantren seperti ruang kelas, area wudu, hingga toilet. Pembangunan sarana dan prasarana ini diharapkan bisa membuat para santri lebih nyaman dan menunjang kegiatan belajar-mengajar di pesantren.

Acara penyerahan bantuan program kemaslahatan kepada 11 pesantren ini dilakukan secara simbolis di Blitar, Jawa Timur dan dihadiri oleh Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah, anggota Komisi VIII DPR RI, Ir. Haji Endro Hermono, M.B.A. dan para perwakilan dari masing-masing pesantren penerima manfaat program tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah mengatakan, pesantren memiliki peran multifaset yang sangat vital, mulai dari pusat pendidikan keagamaan, pembentukan karakter, hingga kontribusi pada perekonomian lokal melalui kegiatan ekonomi dan kewirausahaan.

“Sehingga perbaikan sarana prasarana untuk menciptakan lingkungan pesantren yang layak dan modern, saya rasa sangat diperlukan untuk mendukung aktivitas para santri,” ujar Fadlul, dalam keterangan resmi, dikutip Senin (11/5/2026).

Apalagi Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah pesantren terbesar kedua di Indonesia, dengan jumlah total 7.347 Pesantren (Kemenag, September 2025). Oleh sebab itu, kata dia, BPKH berkomitmen hadir melalui program kemaslahatan untuk menyalurkan nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) ke pesantren-pesantren yang membutuhkan bantuan.

“Ini sejalan dengan fungsi DAU untuk pembangunan sarana ibadah, pendidikan dan sosial kemasyarakatan,” ujar Fadlul.

Komisi VIII DPR RI, Ir. Haji Endro Hermono, M.B.A., mengapresiasi langkah BPKH dan BAZNAS dalam kerja sama kemaslahatan bagi pesantren. Menurutnya, sinergi ini sangat penting untuk memastikan dana kemaslahatan benar-benar menyentuh langsung kebutuhan umat.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya