home global news

Catatan Anwar Abbas Saat Berkunjung ke Urumqi International Land Port Area di Propinsi Xinjiang, China

Jalur Sutera Modern dan Kebangkitan Ekonomi China dan Asia

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:31 WIB
Jalur Sutera Modern dan Kebangkitan Ekonomi China dan Asia
LANGIT7.ID-Saya dan Prof Sudarnoto Ketua Bidang Luar Negeri MUI dan anggota delegasi dari negara-negara lain berkunjung ke Urumqi International Land Port Area di Propinsi Xinjiang China.

Dalam kunjungan ini saya melihat Jalur Sutera (Silk Road) menjadi jaringan rute perdagangan kuno yang terbentang ribuan miles menghubungkan wilayah Timur dan Barat, khususnya Tiongkok dan Eropa. Jalur ini tidak hanya sekadar jalur distribusi kain sutera tapi lebih dari itu karena jalur ini pada masa tersebut telah menjadi sarana penting bagi terjadinya pertukaran rempah-rempah, teknologi, agama, dan kebudayaan antar peradaban-peradaban besar dunia.

Rute perdagangan ini sengaja dihidupkan kembali bagi mengingatkan dunia akan kearifan dunia timur yang ingin berbagi dengan sesama untuk menebarkan kemakmuran. Untuk itu China telah membangun Urumqi International Land Port Area (ILPA) di atas tanah seluas 67 km persegi yang akan dijadikan sebagai gerbang utama jalur sutera ekonomi modern karena tempat ini akan merupakan pusat logistik dan perdagangan darat berskala masif yang akan menghubungkan Asia dan Eropa.

Di lokasi yang cukup luas ini akan digabungkan berbagai moda transportasi bagi terciptanya konektifitas yang efektif dan efisien antara darat dan kereta api. Jadi land port ini akan menjadi pusat kereta barang (China-Europe express) menuju ke Asia Tengah, dan Eropa. Di lokasi ini akan berlaku one stop service atau pelayanan satu atap sehingga akan memangkas waktu tunggu pengiriman barang antara China dan negara-negara mitranya.

Hal ini tentu saja akan memiliki dampak ekonomi yang cukup besar dan luar biasa karena dia akan menghubungkan China secara langsung dan cepat dengan negara-negara di Asia Tengah, Rusia dan Eropa sehingga akan membuat Urumqi ibu kota Xinjiang menjadi pusat perekonomian baru di wilayah barat China.

Hal ini tentu juga akan berdampak positif terhadap kehidupan ekonomi dari negara-negara tetangganya di Asia tengah dan Selatan sehingga pada waktunya ekonomi di negara-negara tersebut akan menggeliat dan ketika itu terjadi maka pusat kemajuan dan peradaban dunia tentu akan bergeser dari Eropa dan Amerika ke Asia dimana China akan menjadi lokomotifnya.

(Anwar abbas Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan. Ketua PP Muhammadiyah)
(lam)
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya