Pemerintah Indonesia Kembali Kirim Pasukan Perdamaian ke Lebanon
Dwi sasongko
Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:32 WIB
Caption: Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bertindak selaku Inspektur Upacara pada Upacara Pemberangkatan Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) UNIFIL TA 2026. (Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Pemerintah Indonesia kembali mengirimkan pasukan TNI ke Lebanon. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bertindak selaku Inspektur Upacara pada Upacara Pemberangkatan Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) TA 2026 yang dilaksanakan di Lapangan Prima, Mabes TNI, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2026).
Adapun pasukan yang diberangkatkan Markas Besar (Mabes) TNI berjumlah 744 orang prajurit untuk menjadi anggota pasukan perdamaian UNIFIL di Lebanon. Dari jumlah 744 personel yang berangkat ke Lebanon, 571 personel diantaranya berasal dari TNI AD, 79 personel dari TNI AL, 63 personel dari TNI AU, dan 31 personel Mabes TNI.
Panglima TNI menyampaikan bahwa penugasan sebagai Pasukan Perdamaian PBB merupakan kehormatan sekaligus amanah besar yang membawa nama baik bangsa dan negara di forum internasional. ‘’Karena itu, seluruh prajurit diminta untuk senantiasa menjaga profesionalisme, disiplin, integritas, serta mematuhi ketentuan dan Standard Operating Procedures (SOP) yang berlaku selama pelaksanaan tugas di daerah misi,’’ ungkap Panglima TNI dalam keterangannya.
Panglima TNI juga menekankan agar seluruh personel mampu melaksanakan tugas pokok secara optimal, menjaga stabilitas keamanan di wilayah operasi, serta membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan masyarakat setempat maupun unsur pasukan dari negara lain. Selain itu, prajurit Satgas TNI Konga UNIFIL juga diharapkan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti pelayanan kesehatan dan bantuan pendidikan sebagai bagian dari implementasi misi perdamaian dunia.
Upacara turut dihadiri Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. dan para Pejabat Angkatan serta Mabes TNI. Satgas TNI Konga UNIFIL melaksanakan mandat PBB berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB guna menjaga stabilitas keamanan, memantau penghentian permusuhan, dan membantu menciptakan situasi kondusif di wilayah Lebanon Selatan.(*)
Adapun pasukan yang diberangkatkan Markas Besar (Mabes) TNI berjumlah 744 orang prajurit untuk menjadi anggota pasukan perdamaian UNIFIL di Lebanon. Dari jumlah 744 personel yang berangkat ke Lebanon, 571 personel diantaranya berasal dari TNI AD, 79 personel dari TNI AL, 63 personel dari TNI AU, dan 31 personel Mabes TNI.
Panglima TNI menyampaikan bahwa penugasan sebagai Pasukan Perdamaian PBB merupakan kehormatan sekaligus amanah besar yang membawa nama baik bangsa dan negara di forum internasional. ‘’Karena itu, seluruh prajurit diminta untuk senantiasa menjaga profesionalisme, disiplin, integritas, serta mematuhi ketentuan dan Standard Operating Procedures (SOP) yang berlaku selama pelaksanaan tugas di daerah misi,’’ ungkap Panglima TNI dalam keterangannya.
Panglima TNI juga menekankan agar seluruh personel mampu melaksanakan tugas pokok secara optimal, menjaga stabilitas keamanan di wilayah operasi, serta membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan masyarakat setempat maupun unsur pasukan dari negara lain. Selain itu, prajurit Satgas TNI Konga UNIFIL juga diharapkan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti pelayanan kesehatan dan bantuan pendidikan sebagai bagian dari implementasi misi perdamaian dunia.
Upacara turut dihadiri Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. dan para Pejabat Angkatan serta Mabes TNI. Satgas TNI Konga UNIFIL melaksanakan mandat PBB berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB guna menjaga stabilitas keamanan, memantau penghentian permusuhan, dan membantu menciptakan situasi kondusif di wilayah Lebanon Selatan.(*)
(lam)