Anwar Abbas Soroti 23,36 Juta Warga Miskin, Sebut Semangat Iduladha Harus Bangun Empati Sosial
Tim langit 7
Rabu, 27 Mei 2026 - 09:14 WIB
Anwar Abbas Soroti 23,36 Juta Warga Miskin, Sebut Semangat Iduladha Harus Bangun Empati Sosial
LANGIT7.ID-Jakarta; Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. Anwar Abbas, menyoroti persoalan kemiskinan dan kesenjangan sosial di Indonesia dalam refleksi Iduladha yang menekankan pentingnya empati, kepedulian sosial, dan penguatan rasa kebersamaan.
Dalam pidato nya bertajuk Idhul Adhha: Empati dan Peningkatan Rasa Kebersamaan, Anwar Abbas menilai nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah kurban seharusnya tidak berhenti pada ritual keagamaan semata, tetapi menjadi dorongan nyata untuk membangun kepedulian terhadap masyarakat yang hidup dalam kesulitan.
Menurut Anwar Abbas, persoalan kemiskinan di Indonesia masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan perhatian serius. Ia mengutip data Biro Pusat Statistik Republik Indonesia per September 2024 yang mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai sekitar 23,36 juta orang.
Angka tersebut, menurutnya, bukan jumlah kecil. Ia membandingkan jumlah itu dengan populasi Malaysia yang disebut mencapai 35,9 juta jiwa, sehingga angka kemiskinan di Indonesia setara sekitar 67 persen dari total penduduk negara tersebut. Sementara jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Singapura yang disebut berjumlah 6,1 juta jiwa, maka jumlah warga miskin di Indonesia hampir empat kali lipat lebih besar.
Anwar Abbas juga menyoroti ukuran kemiskinan global yang digunakan PBB dan Bank Dunia. Dalam tulisannya, ia menyebut seseorang dikategorikan miskin apabila pendapatannya kurang dari 2,15 dolar AS per hari atau kurang dari Rp35.000 per hari per orang.
Menurut dia, apabila tolok ukur tersebut digunakan untuk melihat kondisi kesejahteraan masyarakat Indonesia, maka jumlah penduduk yang masuk kategori miskin bisa mencapai tidak kurang dari 60 juta jiwa.
“Angka ini jelas merupakan sebuah angka yang sangat besar dan mengerikan apalagi kalau angka ini kita hubungkan dan kaitkan dengan koefisien gini dimana indeks gini kita saat ini berada pada angka 0,37 ini berarti tingkat kesenjangan ekonomi di kalangan rakyat dan bangsa kita sudah semakin tajam dan mencemaskan,” ujarAnwar Abbas dalam pidatonya pada pelaksanaan Salat Iduladha yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah Grand Wisata di kawasan Grand Wisata
Dalam pidato nya bertajuk Idhul Adhha: Empati dan Peningkatan Rasa Kebersamaan, Anwar Abbas menilai nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah kurban seharusnya tidak berhenti pada ritual keagamaan semata, tetapi menjadi dorongan nyata untuk membangun kepedulian terhadap masyarakat yang hidup dalam kesulitan.
Menurut Anwar Abbas, persoalan kemiskinan di Indonesia masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan perhatian serius. Ia mengutip data Biro Pusat Statistik Republik Indonesia per September 2024 yang mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai sekitar 23,36 juta orang.
Angka tersebut, menurutnya, bukan jumlah kecil. Ia membandingkan jumlah itu dengan populasi Malaysia yang disebut mencapai 35,9 juta jiwa, sehingga angka kemiskinan di Indonesia setara sekitar 67 persen dari total penduduk negara tersebut. Sementara jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Singapura yang disebut berjumlah 6,1 juta jiwa, maka jumlah warga miskin di Indonesia hampir empat kali lipat lebih besar.
Anwar Abbas juga menyoroti ukuran kemiskinan global yang digunakan PBB dan Bank Dunia. Dalam tulisannya, ia menyebut seseorang dikategorikan miskin apabila pendapatannya kurang dari 2,15 dolar AS per hari atau kurang dari Rp35.000 per hari per orang.
Menurut dia, apabila tolok ukur tersebut digunakan untuk melihat kondisi kesejahteraan masyarakat Indonesia, maka jumlah penduduk yang masuk kategori miskin bisa mencapai tidak kurang dari 60 juta jiwa.
“Angka ini jelas merupakan sebuah angka yang sangat besar dan mengerikan apalagi kalau angka ini kita hubungkan dan kaitkan dengan koefisien gini dimana indeks gini kita saat ini berada pada angka 0,37 ini berarti tingkat kesenjangan ekonomi di kalangan rakyat dan bangsa kita sudah semakin tajam dan mencemaskan,” ujarAnwar Abbas dalam pidatonya pada pelaksanaan Salat Iduladha yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah Grand Wisata di kawasan Grand Wisata