BRI Gandeng Syailendra Capital, Investasi Reksa Dana Syariah Kini Bisa Lewat BRImo
Tim langit 7
Jum'at, 29 Mei 2026 - 10:22 WIB
(Dok: BRI)
LANGIT7.ID-Jakarta; Masyarakat kini memiliki akses yang lebih luas terhadap produk investasi syariah setelah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menjalin kerja sama strategis dengan Syailendra Capital. Kolaborasi ini membuka akses bagi nasabah untuk berinvestasi pada dua produk reksa dana syariah yang dapat diperoleh melalui aplikasi BRImo maupun jaringan kantor cabang BRI di seluruh Indonesia.
Melalui kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan dalam acara 'Mutual Fund Distribution Signing Ceremony' di Kantor Pusat BRI, Jakarta, beberapa waktu lalu, masyarakat dapat mengakses Syailendra Sharia Money Market Fund (SSMMF) dan Syailendra Sharia Fixed Income Fund (SSFIF).
SSMMF merupakan reksa dana pasar uang syariah yang menempatkan investasi pada instrumen pasar uang syariah dan obligasi syariah dengan jangka waktu jatuh tempo di bawah satu tahun. Produk ini menawarkan karakteristik risiko yang relatif rendah serta likuiditas yang tinggi.
"Dengan karakteristik risiko yang relatif rendah dan likuiditas tinggi, produk ini menjadi pilihan yang sesuai bagi investor pemula maupun nasabah yang membutuhkan instrumen penempatan dana jangka pendek dengan potensi imbal hasil yang kompetitif. Per 30 April 2026, SSMMF mencatatkan imbal hasil satu tahun sebesar 4,99% dengan minimum investasi mulai dari Rp 50 ribu," tutur Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto, dikutip Jumat (29/5/2026).
Selain produk pasar uang syariah, kerja sama tersebut juga menghadirkan SSFIF, yakni reksa dana pendapatan tetap syariah yang berfokus pada instrumen obligasi syariah, khususnya sukuk korporasi berperingkat layak investasi.
Produk ini dikelola secara aktif dan selektif melalui strategi investasi pada sukuk korporasi dengan minimal rating A. Dengan pendekatan tersebut, risiko kredit relatif lebih terjaga. Portofolionya juga didominasi instrumen berdurasi relatif pendek sehingga kinerjanya cenderung lebih stabil dan tidak terlalu sensitif terhadap perubahan suku bunga maupun inflasi.
"Dengan karakteristik tersebut, SSFIF ditujukan bagi investor dengan profil risiko moderat yang menginginkan potensi pertumbuhan investasi jangka menengah hingga panjang dengan tetap mengedepankan prinsip syariah. Hingga 30 April 2026, SSFIF mencatatkan imbal hasil satu tahun sebesar 7,58% dengan minimum investasi mulai dari Rp 10 ribu," ungkapnya.
Melalui kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan dalam acara 'Mutual Fund Distribution Signing Ceremony' di Kantor Pusat BRI, Jakarta, beberapa waktu lalu, masyarakat dapat mengakses Syailendra Sharia Money Market Fund (SSMMF) dan Syailendra Sharia Fixed Income Fund (SSFIF).
SSMMF merupakan reksa dana pasar uang syariah yang menempatkan investasi pada instrumen pasar uang syariah dan obligasi syariah dengan jangka waktu jatuh tempo di bawah satu tahun. Produk ini menawarkan karakteristik risiko yang relatif rendah serta likuiditas yang tinggi.
"Dengan karakteristik risiko yang relatif rendah dan likuiditas tinggi, produk ini menjadi pilihan yang sesuai bagi investor pemula maupun nasabah yang membutuhkan instrumen penempatan dana jangka pendek dengan potensi imbal hasil yang kompetitif. Per 30 April 2026, SSMMF mencatatkan imbal hasil satu tahun sebesar 4,99% dengan minimum investasi mulai dari Rp 50 ribu," tutur Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto, dikutip Jumat (29/5/2026).
Selain produk pasar uang syariah, kerja sama tersebut juga menghadirkan SSFIF, yakni reksa dana pendapatan tetap syariah yang berfokus pada instrumen obligasi syariah, khususnya sukuk korporasi berperingkat layak investasi.
Produk ini dikelola secara aktif dan selektif melalui strategi investasi pada sukuk korporasi dengan minimal rating A. Dengan pendekatan tersebut, risiko kredit relatif lebih terjaga. Portofolionya juga didominasi instrumen berdurasi relatif pendek sehingga kinerjanya cenderung lebih stabil dan tidak terlalu sensitif terhadap perubahan suku bunga maupun inflasi.
"Dengan karakteristik tersebut, SSFIF ditujukan bagi investor dengan profil risiko moderat yang menginginkan potensi pertumbuhan investasi jangka menengah hingga panjang dengan tetap mengedepankan prinsip syariah. Hingga 30 April 2026, SSFIF mencatatkan imbal hasil satu tahun sebesar 7,58% dengan minimum investasi mulai dari Rp 10 ribu," ungkapnya.