home masjid

Struktur Peradaban: Akar Materialisme Barat dan Teosentrisme Islam

Jum'at, 05 Juni 2026 - 08:42 WIB
Warisan rohani yang ditinggalkan Nabi Muhammad merupakan satu-satunya alternatif yang rasional untuk menyelamatkan kemanusiaan dari kehancuran moral akibat hegemoni materialisme Barat. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Sistem tata nilai yang mengendalikan dunia modern hari ini bersumber dari dua kekuatan peradaban besar yang memiliki genetik historis berbeda: Islam dan Barat.

Cetak biru kedua kebudayaan ini memperlihatkan perbedaan prinsipil yang saling bertolak belakang dalam memandang hakikat kehidupan, rumusan etika, serta arah pembangunan manusia. Ketidakselarasan tersebut bukan sekadar variasi kebudayaan yang bersifat superfisial, melainkan sebuah pertentangan epistemologis yang bersumber dari trauma sejarah dan cara pandang terhadap otoritas ketuhanan.

Kebudayaan Islam menempatkan wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad sebagai dasar dari seluruh bangunan peradaban. Sistem ini mengintegrasikan metode ilmiah, kaidah logika, dan kemampuan rasio dengan pemikiran metafisika serta iman yang subjektif.

Hubungan antara ketentuan agama dan ilmu pengetahuan bersifat inheren dan tidak dapat dipisahkan. Konsep integral ini tertuang secara rigid dalam buku Sejarah Hidup Muhammad, sebuah karya historiografi standar yang ditulis oleh sejarawan asal Mesir, Dr. Muhammad Husain Haekal, diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Ali Audah, dan diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Jaya.

Haekal memberikan argumen bahwa Islam berhasil menyatukan nalar logis dan rasa spiritual ke dalam satu ikatan yang kokoh, sehingga kemajuan sains tidak perlu mengorbankan keyakinan teologis manusia.

Kondisi tersebut berbeda secara diametral dengan konstruksi kebudayaan Barat modern. Akar pemikiran Barat dibentuk oleh trauma konflik kekuasaan yang berkepanjangan antara otoritas agama (gereja) dan kekuasaan temporal (negara) pada Abad Pertengahan.

Kemenangan mutlak kekuasaan sekuler memaksa institusi agama keluar dari ruang publik dan membatasi perannya hanya di wilayah domestik individu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya