Universitas Brawijaya Resmikan Rumah Budaya Indonesia di Tiongkok, Perkuat Diplomasi Antarbangsa
Dwi sasongko
Senin, 08 Juni 2026 - 12:09 WIB
Universitas Brawijaya Resmikan Rumah Budaya Indonesia di Tiongkok, Perkuat Diplomasi Antarbangsa
LANGIT7.ID-Jakarta; Universitas Brawijaya (UB) kembali meresmikan Rumah Budaya Indonesia (RBI) di Guangxi Normal University (GXNU), Guilin, Tiongkok, dengan tema baru yang mengangkat Cerita Panji pada Sabtu (23/5/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Indonesia yang diselenggarakan oleh GXNU dan UB untuk menandai babak baru kerja sama antara kedua institusi di bidang pendidikan, kebudayaan, penelitian, dan diplomasi antarbangsa.
Acara peresmian diawali dengan sambutan dari Wakil Rektor GXNU, Prof. Li Xianxian, dan Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB, Dr. Yusri Fajar, S.S., M.A., yang hadir mewakili Rektor UB. Setelah sambutan, kedua pimpinan secara simbolis membuka kain penutup plakat RBI yang menjadi penanda resmi berdirinya pusat kebudayaan Indonesia di lingkungan GXNU.
Peresmian tersebut bukan sekadar seremoni akademik, melainkan menjadi simbol konkret hubungan erat yang telah dibangun antara UB dan GXNU selama beberapa tahun terakhir. RBI diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan mahasiswa, dosen, dan masyarakat internasional untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Indonesia.
Dalam sambutan yang disampaikan atas nama Rektor UB, disebutkan bahwa RBI merupakan simbol nyata dari kerja sama yang terus berkembang antara kedua universitas. Selain menjadi sarana promosi budaya, keberadaan RBI juga diharapkan mampu menjadi jembatan diplomasi budaya yang memperkuat pemahaman lintas negara serta memperluas kolaborasi akademik dan penelitian di masa mendatang.
Mengutip filsuf dan sastrawan Tiongkok, Lu Xun, Rektor UB menegaskan bahwa jalan kerja sama tidak tercipta dengan sendirinya, tetapi dibangun melalui langkah-langkah bersama yang dilakukan secara konsisten. Semangat itulah yang menjadi fondasi hubungan antara UB dan GXNU yang terus berkembang hingga saat ini.
Dalam sambutannya, Prof. Li Xianxian menyampaikan bahwa GXNU selama ini berkomitmen pada pendidikan internasional yang terbuka, inklusif, dan saling menguntungkan. Ia menilai RBI merupakan tonggak penting dalam memperdalam kerja sama strategis antara GXNU dan UB.
“RBI bukan hanya ruang fisik yang menampilkan bahasa, seni, adat istiadat, dan tradisi Indonesia, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan hati dan emosi generasi muda kedua negara. Ke depan, RBI akan menjadi pusat berbagai kegiatan budaya, mulai dari pojok bahasa Indonesia, salon budaya, pameran seni, hingga pengalaman kuliner tradisional Indonesia,” jelas dia dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).
Acara peresmian diawali dengan sambutan dari Wakil Rektor GXNU, Prof. Li Xianxian, dan Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB, Dr. Yusri Fajar, S.S., M.A., yang hadir mewakili Rektor UB. Setelah sambutan, kedua pimpinan secara simbolis membuka kain penutup plakat RBI yang menjadi penanda resmi berdirinya pusat kebudayaan Indonesia di lingkungan GXNU.
Peresmian tersebut bukan sekadar seremoni akademik, melainkan menjadi simbol konkret hubungan erat yang telah dibangun antara UB dan GXNU selama beberapa tahun terakhir. RBI diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan mahasiswa, dosen, dan masyarakat internasional untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Indonesia.
Dalam sambutan yang disampaikan atas nama Rektor UB, disebutkan bahwa RBI merupakan simbol nyata dari kerja sama yang terus berkembang antara kedua universitas. Selain menjadi sarana promosi budaya, keberadaan RBI juga diharapkan mampu menjadi jembatan diplomasi budaya yang memperkuat pemahaman lintas negara serta memperluas kolaborasi akademik dan penelitian di masa mendatang.
Mengutip filsuf dan sastrawan Tiongkok, Lu Xun, Rektor UB menegaskan bahwa jalan kerja sama tidak tercipta dengan sendirinya, tetapi dibangun melalui langkah-langkah bersama yang dilakukan secara konsisten. Semangat itulah yang menjadi fondasi hubungan antara UB dan GXNU yang terus berkembang hingga saat ini.
Dalam sambutannya, Prof. Li Xianxian menyampaikan bahwa GXNU selama ini berkomitmen pada pendidikan internasional yang terbuka, inklusif, dan saling menguntungkan. Ia menilai RBI merupakan tonggak penting dalam memperdalam kerja sama strategis antara GXNU dan UB.
“RBI bukan hanya ruang fisik yang menampilkan bahasa, seni, adat istiadat, dan tradisi Indonesia, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan hati dan emosi generasi muda kedua negara. Ke depan, RBI akan menjadi pusat berbagai kegiatan budaya, mulai dari pojok bahasa Indonesia, salon budaya, pameran seni, hingga pengalaman kuliner tradisional Indonesia,” jelas dia dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).