home global news

Antusiasme Pelari Meningkat, BTN Jakarta International Marathon 2026 Diikuti Lebih Dari 45.000 Peserta dari 52 Negara

Jum'at, 12 Juni 2026 - 07:15 WIB
Antusiasme Pelari Meningkat, BTN Jakarta International Marathon 2026 Diikuti Lebih Dari 45.000 Peserta dari 52 Negara
LANGIT7.ID-Jakarta; Sebanyak lebih dari 45.000 pelari, termasuk 1.012 peserta internasional dari 52 negara, akan ambil bagian dalam BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2026 yang digelar pada 13–14 Juni 2026. Tingginya jumlah peserta tersebut menegaskan BTN JAKIM sebagai salah satu ajang lari terbesar di Indonesia sekaligus menunjukkan semakin besarnya daya tarik Jakarta di kalangan komunitas lari global.

BTN JAKIM 2026 akan berlangsung selama dua hari dengan kategori 5K dan 10K pada Sabtu (13/6) serta Half Marathon dan Marathon pada Minggu (14/6). Dari total peserta yang terdaftar, kategori Half Marathon menjadi yang paling diminati dengan 16.400 peserta, disusul 10K sebanyak 15.000 peserta, Marathon sebanyak 8.600 peserta, dan 5K sebanyak 5.500 peserta.

Usai meninjau arena Race Expo BTN Jakim, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap BTN JAKIM menjadi bukti bahwa ajang ini telah berkembang menjadi salah satu event olahraga yang paling dinantikan setiap tahunnya.

“Tahun lalu saya memang secara bercanda mentargetkan 45 ribu, dan Alhamdulillah dalam waktu singkat terjual semua. Bahkan masih ada orang yang pengen ngantri untuk mendapatkan slotnya. Jadi ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa,” ujar Pramono dalam keterangannya, dikutip Jumat (12/6/2026).

Selain tingginya partisipasi pelari domestik, BTN JAKIM 2026 juga mencatat kehadiran 1.012 pelari internasional. Tiga negara dengan jumlah peserta terbanyak adalah Malaysia (407 peserta), Singapura (133 peserta), dan Korea Selatan (54 peserta). Kehadiran pelari dari puluhan negara tersebut menunjukkan semakin kuatnya posisi Jakarta dalam peta event marathon kawasan Asia.

Menurut Pramono, perubahan tren partisipasi pelari internasional menjadi salah satu indikator keberhasilan pengembangan Jakarta sebagai destinasi event olahraga.

“Dulu orang kita berlomba-lomba ikut maraton di Singapura. Sekarang orang Singapura, Malaysia berlomba-lomba ikut maraton di Jakarta,” katanya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya