home global news

Kemakmuran Rakyat Harus Jadi Prioritas Indonesia

Saatnya Bersikap Tegas Soal Ekspor Sumber Daya Alam

Senin, 15 Juni 2026 - 11:56 WIB
Saatnya Bersikap Tegas Soal Ekspor Sumber Daya Alam
Oleh: Anwar Abbas

LANGIT7.ID-Jakarta;
Indonesia terbilang kaya dengan sumber daya alam. Kekayaan itu mencakup hasil tambang, keanekaragaman hayati, hingga potensi energi terbarukan yang luar biasa. Bahkan, beberapa di antaranya masuk dalam kategori terbesar di dunia seperti nikel, kelapa sawit, timah, bauxit, dan batu bara.

Dari SDA tersebut, yang menjadi penyumbang devisa terbesar adalah batu bara yang diekspor secara masif ke berbagai negara Asia seperti Tiongkok dan India, kelapa sawit, nikel, produk olahan (ferro alloy), perikanan dan kelautan, serta hasil perkebunan dan rempah.

Ada tiga negara yang telah menjadi tujuan ekspor utama dari SDA Indonesia, yaitu China, Amerika, dan India. Komoditas utama yang diekspor ke negara-negara tersebut yaitu batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), bijih tembaga, nikel (ferroalloy), dan gas bumi.

Berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, total nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar US$258,82 miliar (termasuk migas dan nonmigas). Tahun 2024, total nilai ekspor meningkat menjadi US$264,70 miliar, di mana sektor pertambangan dan perkebunan mendominasi, dengan penyumbang utama seperti batu bara (US$34,4 miliar) dan minyak kelapa sawit (US$21,2 miliar).

Tahun 2025, total nilai ekspor mencapai US$282,91 miliar, di mana ekspor komoditas berbasis SDA dari sektor pertambangan dan perkebunan tetap kembali menjadi penyumbang terbesar dari neraca perdagangan kita. Jadi, kontribusi SDA terhadap pendapatan negara sangat besar.

Tetapi mengapa rakyat kita masih banyak yang miskin, padahal di dalam konstitusinya, dalam Pasal 33 ayat (3) UUD 1945, jelas-jelas dikatakan bahwa: "Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat."
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya