home wirausaha syariah

BCA Syariah: Hampir 90% Warga Indonesia Muslim, Tapi Pengguna Keuangan Syariah Baru 13%

Senin, 15 Juni 2026 - 21:07 WIB
Senior Vice President Dana, Jasa dan Komunikasi Pemasaran BCA Syariah Mia Rahma Amalia. (Dok: Langit7.id)
LANGIT7.ID-Jakarta; Besarnya jumlah penduduk Muslim di Indonesia ternyata belum sejalan dengan pemanfaatan layanan keuangan syariah. BCA Syariah mengungkapkan bahwa meski hampir 90 persen masyarakat Indonesia beragama Islam, tingkat penggunaan produk dan layanan keuangan syariah masih berada di angka yang relatif rendah.

Dalam kegiatan kolaborasi BCA Syariah bersama Direktorat Pengembangan Zakat dan Wakaf Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senior Vice President Dana, Jasa dan Komunikasi Pemasaran BCA Syariah Mia Rahma Amalia menyampaikan bahwa data terbaru tahun 2025 menunjukkan tingkat literasi keuangan syariah baru mencapai 43 persen. Sementara tingkat inklusi atau masyarakat yang telah menggunakan layanan keuangan syariah masih sekitar 13 persen.

"Kalau kita lihat dengan angka 80 sampai 90%, rasanya ini angkanya jauh sekali ya. Tapi, kami melihatnya, tim kami di perbankan syariah, melihatnya sebagai suatu kesempatan atau opportunity portal yang sangat baik sekali untuk kita bisa menelurkan satu inisiatif terkait dengan perbankan syariah sehingga kita bisa mengenalkan prinsip-prinsip syariah yang baik ini kepada masyarakat Indonesia yang lebih luas lagi," ujarnya di terashutan Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang pertumbuhan yang sangat besar bagi industri keuangan syariah nasional. BCA Syariah melihat tantangan tersebut sebagai peluang untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap manfaat dan nilai-nilai yang terkandung dalam sistem keuangan syariah.

Ia menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengenal lebih jauh layanan keuangan syariah. Sebagian menganggap produk syariah hanya ditujukan bagi kelompok tertentu, sementara sebagian lainnya masih terkendala pemahaman terhadap istilah dan konsep yang digunakan.

"Yang kita inginkan adalah lebih banyak lagi masyarakat Indonesia tahu tentang kebaikan syariah atau kita ingin meng-campaign-kan satu gerakan inklusivitas bahwa solusi syariah yang bagus ini bukan hanya buat segelintir orang tapi buat semua masyarakat Indonesia bahkan non muslim sekalipun bisa menikmati kebaikan dari prinsip-prinsip syariah ini, sebenarnya," katanya.

Upaya memperluas inklusi keuangan syariah tersebut juga mendapat dukungan dari Direktorat Pengembangan Zakat dan Wakaf BPMI Masjid Istiqlal. Direktur Pengembangan Zakat dan Wakaf BPMI, Dr. Budi Utomo, Lc., MA, menilai pemanfaatan teknologi digital menjadi langkah penting untuk mendekatkan layanan zakat dan wakaf kepada masyarakat.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya