home global news

Kesepakatan Iran-Amerika di Dalamnya Mencakup Dana Investasi Swasta Rp6.257 Triliun

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:08 WIB
Kesepakatan Iran-Amerika di Dalamnya Mencakup Dana Investasi Swasta Rp6.257 Triliun
LANGIT7.ID-Dubai; Sebuah dana swasta senilai US$300 miliar (Rp6.257 triliun) yang dirancang untuk memicu investasi ke Iran tercantum dalam kesepakatan kerangka kerja AS-Iran, dan lebih dari separuh dari jumlah itu sudah terikat, kata seorang sumber yang mengetahui langsung kesepakatan tersebut kepada Reuters.

Dana tersebut dirancang untuk memberi kedua belah pihak insentif ekonomi guna mencapai kesepakatan final, kata sumber yang berbicara tanpa menyebut identitas karena rencana itu belum diumumkan, sementara Washington dan Teheran bersiap menandatangani pada 19 Juni.

Para pejabat AS dan Iran pada 14 Juni mengatakan mereka telah menyetujui kerangka kerja untuk mengakhiri perang mereka, yang dimulai ketika pasukan AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari, menghentikan blokade AS terhadap Iran, dan membuka kembali Selat Hormuz, jalur pasokan penting bagi minyak dan gas global.

Dana baru ini merupakan kendaraan investasi swasta, bukan program rekonstruksi atau ganti rugi, dan tidak akan mencakup uang negara atau hibah, kata sumber tersebut, seraya menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan berbasis di AS, negara-negara Arab Teluk, Asia, Amerika Selatan, dan Afrika telah sepakat untuk memberikan pendanaan.

Investasi yang dijanjikan mencakup energi, logistik, manufaktur, dan transportasi, kata sumber itu.

Seorang sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran awalnya menuntut US$400 miliar (Rp8,34 triliun) sebagai kompensasi atas kerusakan perang dari AS, tetapi Washington mengatakan tidak akan memberikannya.

Gagasan untuk dana tersebut, yang akan diberi nama Dana Rekonstruksi dan Pembangunan, kemudian muncul. Mekanismenya mengatur agar negara-negara di kawasan berkontribusi dengan berbagai cara, kata sumber Iran itu. Hal ini termasuk mengamankan pinjaman, membuka jalur kredit, atau langsung membiayai rekonstruksi lokasi-lokasi yang rusak akibat perang, termasuk fasilitas seperti kompleks baja Mobarakeh, kilang minyak, bandara, dan secara lebih luas, infrastruktur yang terdampak konflik.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya