Ivan Gunawan Ungkap Hal yang Membuatnya Malu Saat Mengurus Pembangunan Masjid
Nabil
Kamis, 18 Juni 2026 - 14:20 WIB
(Pojok Kanan) Desainer dan presenter Ivan Gunawan saat menjadi narasumber di acara BCA Syariah. (Dok: Langit7.id)
LANGIT7.ID-Jakarta; Ivan Gunawan mengaku mendapat pelajaran berharga selama terlibat dalam penggalangan dana pembangunan masjid. Bukan dari donatur dengan nominal besar, melainkan dari orang-orang yang menyisihkan uang dalam jumlah kecil namun melakukannya secara konsisten setiap hari.
Hal itu diungkapkan Ivan saat berbicara dalam diskusi bertajuk Sahabat Berkah. Menurutnya, selama sekitar satu tahun terakhir dirinya ikut mengurus program pembangunan masjid dan berinteraksi dengan banyak orang yang ingin berkontribusi.
Ivan mengatakan masih banyak orang yang merasa harus memiliki uang dalam jumlah besar terlebih dahulu sebelum bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan masjid. Namun pengalaman yang ditemuinya justru menunjukkan hal sebaliknya.
"Kadang teman-teman suka ketakutan kalau aku bilang, 'Yuk ikutan bangun masjid'. Mereka bilang, 'Nanti dulu lah uangnya belum sepuluh miliar, nanti dulu lah belum kaya'," ujar Ivan dalam acara BCA Syariah di terashutan Masjid Istiqlal, Jakarta, dikutip Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, di tengah anggapan tersebut, ia justru menemukan banyak orang yang secara rutin menyisihkan sebagian kecil rezekinya untuk mendukung pembangunan rumah ibadah.
"Per hari ada yang seribu rupiah, ada yang sepuluh ribu rupiah," katanya.
Bagi Ivan, konsistensi para donatur itulah yang membuatnya terkesan. Ia mengaku lebih tersentuh melihat orang-orang yang menyumbang dalam jumlah kecil tetapi dilakukan terus-menerus dibandingkan hanya melihat nominal besar yang diberikan sekali waktu.
Hal itu diungkapkan Ivan saat berbicara dalam diskusi bertajuk Sahabat Berkah. Menurutnya, selama sekitar satu tahun terakhir dirinya ikut mengurus program pembangunan masjid dan berinteraksi dengan banyak orang yang ingin berkontribusi.
Ivan mengatakan masih banyak orang yang merasa harus memiliki uang dalam jumlah besar terlebih dahulu sebelum bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan masjid. Namun pengalaman yang ditemuinya justru menunjukkan hal sebaliknya.
"Kadang teman-teman suka ketakutan kalau aku bilang, 'Yuk ikutan bangun masjid'. Mereka bilang, 'Nanti dulu lah uangnya belum sepuluh miliar, nanti dulu lah belum kaya'," ujar Ivan dalam acara BCA Syariah di terashutan Masjid Istiqlal, Jakarta, dikutip Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, di tengah anggapan tersebut, ia justru menemukan banyak orang yang secara rutin menyisihkan sebagian kecil rezekinya untuk mendukung pembangunan rumah ibadah.
"Per hari ada yang seribu rupiah, ada yang sepuluh ribu rupiah," katanya.
Bagi Ivan, konsistensi para donatur itulah yang membuatnya terkesan. Ia mengaku lebih tersentuh melihat orang-orang yang menyumbang dalam jumlah kecil tetapi dilakukan terus-menerus dibandingkan hanya melihat nominal besar yang diberikan sekali waktu.