LANGIT7.ID-Jakarta; Ivan Gunawan mengaku mendapat pelajaran berharga selama terlibat dalam penggalangan dana pembangunan masjid. Bukan dari donatur dengan nominal besar, melainkan dari orang-orang yang menyisihkan uang dalam jumlah kecil namun melakukannya secara konsisten setiap hari.
Hal itu diungkapkan Ivan saat berbicara dalam diskusi bertajuk Sahabat Berkah. Menurutnya, selama sekitar satu tahun terakhir dirinya ikut mengurus program pembangunan masjid dan berinteraksi dengan banyak orang yang ingin berkontribusi.
Ivan mengatakan masih banyak orang yang merasa harus memiliki uang dalam jumlah besar terlebih dahulu sebelum bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan masjid. Namun pengalaman yang ditemuinya justru menunjukkan hal sebaliknya.
"Kadang teman-teman suka ketakutan kalau aku bilang, 'Yuk ikutan bangun masjid'. Mereka bilang, 'Nanti dulu lah uangnya belum sepuluh miliar, nanti dulu lah belum kaya'," ujar Ivan dalam acara BCA Syariah di terashutan Masjid Istiqlal, Jakarta, dikutip Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, di tengah anggapan tersebut, ia justru menemukan banyak orang yang secara rutin menyisihkan sebagian kecil rezekinya untuk mendukung pembangunan rumah ibadah.
"Per hari ada yang seribu rupiah, ada yang sepuluh ribu rupiah," katanya.
Bagi Ivan, konsistensi para donatur itulah yang membuatnya terkesan. Ia mengaku lebih tersentuh melihat orang-orang yang menyumbang dalam jumlah kecil tetapi dilakukan terus-menerus dibandingkan hanya melihat nominal besar yang diberikan sekali waktu.
"Memang ada yang sekali transfer seratus juta, ada yang dua ratus juta. Tapi saya paling salut sama yang setiap hari transfer seribu rupiah, sepuluh ribu rupiah, dan konsisten sampai hari ini," ungkapnya.
Ivan menilai kebiasaan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai sebuah amal tidak selalu diukur dari besar kecilnya nominal yang diberikan. Menurutnya, banyak orang yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah melalui cara-cara sederhana yang mungkin luput dari perhatian banyak orang.
Ia juga mengaku tidak mengetahui identitas sebagian besar donatur yang rutin mengirimkan bantuan tersebut. Namun justru dari situlah ia merasa mendapatkan pelajaran tentang keikhlasan dalam bersedekah.
"Sampai hari ini kita nggak pernah tahu siapa orang yang transfer karena memang nggak tertera namanya. Tapi kita melihat itu sebenarnya jadi tamparan buat kita sendiri," ujarnya.
Baca juga: Ivan Gunawan Akui Pernah Tak Percaya Allah Ada, Kini Merasa Dipanggil Pulang oleh AllahMenurut Ivan, pengalaman tersebut membuatnya semakin yakin bahwa kemudahan untuk berbagi seharusnya tidak menunggu seseorang menjadi kaya terlebih dahulu. Ia percaya kebiasaan menyisihkan sebagian rezeki secara rutin dapat menjadi jalan kebaikan yang berdampak besar bagi banyak orang.
"Semakin mudah kita bersedekah, semakin mudah kita mengeluarkan apa yang kita punya, insya Allah jalan yang Allah kasih itu juga semakin mudah," kata Ivan.
(lam)