Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 06 Juli 2026
home lifestyle muslim detail berita

Keajaiban Tulang Manusia: Nikmat Fisik di Dunia dan Bukti Kebangkitan di Hari Kiamat

ahmad zuhdi Senin, 06 Juli 2026 - 12:07 WIB
Keajaiban Tulang Manusia: Nikmat Fisik di Dunia dan Bukti Kebangkitan di Hari Kiamat
Keajaiban Tulang Manusia: Nikmat Fisik di Dunia dan Bukti Kebangkitan di Hari Kiamat. Foto: Pexels/Andrea Piacquadio.
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Tulang sering kali hanya dilihat sebagai struktur keras yang pasif. Namun di balik kekokohannya, tulang adalah organ hidup yang terus-menerus mengalami pembentukan dan perombakan sepanjang hayat manusia.

‎Lebih dari sekadar penopang fisik, struktur tulang menyimpan rahasia penciptaan yang menakjubkan di dunia, sekaligus menjadi salah satu bukti paling autentik mengenai kekuasaan Allah SWT dalam membangkitkan manusia pada hari kiamat.

Secara biologis, manusia dewasa memiliki sekitar 206 tulang, sementara bayi lahir dengan sekitar 270 tulang yang perlahan menyatu seiring pertumbuhan. Jaringan hidup ini terus diperbarui oleh sel pembentuk tulang (osteoblas) dan sel penghancur tulang (osteoklas) seumur hidup.

Baca juga: Dahsyatnya Gerakan Shalat untuk Peredaran Darah hingga Persendian

‎Sistem rangka ini memegang lima fungsi penting yang menjaga keberlangsungan hidup manusia:

‎1. Penjaga Postur dan Alat Gerak

‎Tulang membentuk kerangka tempat melekatnya otot, tendon, dan sendi. Bersama-sama, mereka berfungsi sebagai sistem pengungkit yang memungkinkan manusia berjalan, berlari, hingga melakukan gerakan motorik halus.

2. Pelindung Organ Vital

‎Tulang rusuk dan tulang dada membentengi jantung serta paru-paru. Sementara itu, tulang belakang menjadi pelindung bagi sumsum tulang belakang yang merupakan jalur utama sistem saraf.

‎3. Pabrik Sel Darah

‎Di dalam sumsum tulang, tubuh memproduksi sel darah merah untuk mengangkut oksigen, sel darah putih untuk melawan infeksi, dan keping darah (trombosit) untuk membantu proses pembekuan darah.

‎4. Gudang Mineral

‎Sekitar 99 persen kalsium dan sebagian besar fosfor tubuh disimpan di dalam tulang. Mineral ini akan dilepaskan ke aliran darah kapan pun tubuh membutuhkannya untuk mendukung fungsi saraf, otot, dan detak jantung.

‎5. Tempat Produksi Air Mani

‎Tulang juga menjadi batas wilayah vital, di mana produksi air mani berada di area yang terletak di antara tulang rusuk laki-laki (sulbi) dan tulang dada perempuan (taroib).

Tanpa keberadaan tulang, manusia hanya akan menjadi gumpalan jaringan lunak yang tidak mampu berdiri, duduk, atau menggerakkan anggota badan. Organ vital akan sangat rapuh terhadap cedera, tubuh akan mengalami krisis sel darah, dan detak jantung serta fungsi saraf akan terganggu berat akibat hilangnya cadangan kalsium.

Baca juga: Manfaat Takbiratul Ihram: Metabolisme Optimal hingga Bebas Sakit Persendian

‎Singkatnya, kehidupan normal manusia menjadi tidak mungkin berlangsung tanpa adanya kerangka tulang.

‎Sedekah 360 Persendian dan Solusi Shalat Dhuha

‎Pengurus Persis Jakarta Utara, Ustaz Ade Enjang menjelaskan, sebagai bentuk rasa syukur atas kokoh dan fungsionalnya sistem rangka ini, Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa beramal shalih. Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa setiap persendian yang kita miliki memiliki hak untuk disedekahi setiap harinya.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda: "Setiap persendian manusia wajib dikeluarkan sedekahnya setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan dua orang adalah sedekah. Membantu seseorang menaiki kendaraannya atau mengangkatkan barangnya ke atas kendaraan adalah sedekah. Ucapan yang baik adalah sedekah. Setiap langkah menuju shalat adalah sedekah. Menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah." (HR Bukhari no 2989 dan Muslim no 1009).

‎Lebih spesifik, Rasulullah ﷺ menyebutkan jumlah persendian tersebut dalam hadis lain: "Sesungguhnya setiap manusia dari Bani Adam diciptakan dengan 360 persendian. Barang siapa bertakbir, bertahmid, bertahlil, bertasbih, beristighfar kepada Allah, menyingkirkan batu, duri, atau tulang dari jalan manusia, menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran sebanyak jumlah 360 persendian itu, maka pada hari itu ia berjalan dalam keadaan telah menjauhkan dirinya dari neraka." (HR. Muslim no. 1007).
Mengingat besarnya jumlah persendian

‎ tersebut, Allah SWT memberikan kemudahan bagi hamba-Nya melalui ibadah yang praktis namun bernilai tinggi, yaitu shalat Dhuha. Berdasarkan hadis riwayat Muslim dari Abu Dzar al-Ghifari, Rasulullah ﷺ bersabda: "Setiap pagi, pada setiap persendian salah seorang di antara kalian ada kewajiban sedekah... Dan semua itu dapat dicukupi dengan dua rakaat salat Dhuha." (HR Muslim no 720).

Baca juga: Penyesalan Terbesar Maut: Ingin Hidup Lagi Hanya untuk Sedekah

‎"Selain sebagai topik kesehatan dan ibadah di dunia, Al-Quran secara eksplisit menggunakan perumpamaan tulang belulang untuk menjawab keraguan manusia mengenai hari kiamat," kata Ustaz Ade.

‎Sering kali, manusia tergelincir ke dalam dosa dan maksiat secara terang-terangan karena tiga hal: kufur terhadap hari akhir, meragukan kekuasaan Allah untuk membangkitkan jasad yang telah hancur, serta menuruti nafsu Lawwamah (jiwa yang menyesali dosa namun terus mengulanginya).

Hal ini direkam dalam Surah Al-Qiyamah ayat 1–5: "Aku bersumpah dengan hari Kiamat. Dan Aku bersumpah dengan jiwa yang selalu menyesali dirinya. Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan tulang-belulangnya? Bahkan, Kami berkuasa menyusun kembali ujung-ujung jarinya dengan sempurna. Tetapi manusia hendak berbuat maksiat terus-menerus. Dia bertanya, 'Kapankah hari Kiamat itu?'.

‎Bagi Allah SWT, menyusun kembali serpihan tulang yang telah hancur luluh dan membungkusnya kembali dengan daging adalah perkara yang sangat mudah. Logikanya, menghidupkan kembali makhluk yang sudah pernah ada jauh lebih ringan daripada menciptakannya pertama kali dari ketiadaan.

Tantangan kaum musyrik mengenai hal ini dijawab tegas dalam Surah Yasin ayat 78–79: "Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami, tetapi dia lupa kepada kejadiannya; dia berkata, 'Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?' Katakanlah, 'Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.'"

Proses rekonstruksi jasad ini juga ditegaskan dalam ayat lain: "Maka perhatikanlah tulang-belulang itu, bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging."

Baca juga: Matematika Sedekah: Mengurai Regulasi Harta dan Jaminan Keberkahan Finansial

Dalam proses rekonstruksi jasad pada hari kebangkitan nanti, terdapat satu bagian tulang yang menjadi kunci utama, yaitu tulang ekor (ajbu adz-dzanab). Bagian ini adalah satu-satunya komponen tubuh manusia yang tidak akan hancur dimakan oleh tanah.
Rasulullah ﷺ menjelaskan fenomena ini dalam sabdanya: "Seluruh tubuh anak Adam akan dimakan tanah kecuali tulang ekor (ajbu adz-dzanab). Darinya ia diciptakan dan darinya pula ia akan disusun kembali." (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA).

Dari tulang ekor inilah Allah SWT akan menyusun kembali struktur tubuh manusia secara utuh seperti semula di alam kubur. Setelah melalui fase pertanggungjawaban di alam barzakh, manusia akan dibangunkan dan dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk menjalani hisab, sebelum akhirnya menerima balasan akhir berupa surga atau neraka.

Melalui perenungan mendalam mengenai penciptaan tulang, ada dua pelajaran berharga (ibrah) yang dapat dipetik. Pertama, kuasa kebangkitan yang mutlak.

‎Menyusun dan menghidupkan kembali tulang belulang yang telah hancur adalah perkara yang sangat ringan bagi Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya dalam Surah Ar-Rum ayat 27: "Dan Dialah yang memulai penciptaan kemudian mengulanginya kembali, dan mengulanginya itu lebih mudah bagi-Nya. Dan bagi-Nya sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi, dan Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."

‎Kedua, pengingat sifat lemah manusia. Berkurang atau rusaknya fungsi tulang seiring bertambahnya usia merupakan alarm alami dari Allah SWT.

‎"Rasa linu, pudarnya kekuatan fisik, dan rapuhnya tulang adalah cara-Nya mengingatkan betapa tidak berdayanya manusia, sekaligus menyadarkan kita akan keagungan dan kemahaperkasaan Allah SWT atas seluruh makhluk-Nya," ujarnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 06 Juli 2026
Imsak
04:33
Shubuh
04:43
Dhuhur
12:01
Ashar
15:22
Maghrib
17:54
Isya
19:08
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan