Ketika batasan moral kian kabur dan kejahatan kolektif menjadi lumrah, peringatan tentang runtuhnya tanah dan perubahan rupa manusia menjadi alarm sosiologis yang tak bisa diabaikan begitu saja.
Frekuensi gempa bumi yang meningkat di berbagai belahan dunia memicu diskusi antara data seismologi dan ramalan purba tentang masa depan yang kian rentan.
Saat etalase toko berpindah ke genggaman tangan dan setiap percakapan menjadi komoditas, fenomena meluapnya perdagangan yang diramalkan ribuan tahun lalu kini mencapai puncaknya di era digital.
Ketika kapitalisme personal merasuk hingga ke relung batin dan kepedulian sosial dianggap sebagai beban ekonomi, nubuat tentang dilemparkannya kekikiran ke dalam hati manusia menjadi nyata.
Ketika usia senja enggan berdamai dengan takdir dan berlindung di balik warna hitam yang menipu, eskatologi Islam menangkapnya sebagai sinyal hilangnya kewibawaan spiritual di ambang kiamat.
Di balik kemajuan peradaban, tersimpan keroposnya hubungan antarmanusia. Ketika lisan kian tajam dan silaturahmi memudar, eskatologi Islam melihatnya sebagai fase akut keruntuhan tatanan sosial.
Ketika ritual kuno kembali bersemi dan batas iman menjadi kabur dalam pusaran sinkretisme, sebuah nubuatan tentang kembalinya kemusyrikan di tengah umat tengah menemukan panggung realitasnya.
Ketika pusat perbelanjaan berdiri di tiap sudut dan transaksi digital menghapus sekat ruang, sebuah nubuat tentang kedekatan pasar sedang menjadi realitas ekonomi global yang tak terelakkan.
Ketika kalender terasa berlalu dalam sekejap dan kesibukan duniawi merampas keberkahan usia, eskatologi Islam memperingatkan hadirnya fenomena penyusutan waktu sebagai tanda besar kiamat kecil.
Ketika hilangnya nyawa menjadi statistik harian dan pembunuhan merambah ruang domestik tanpa alasan yang masuk akal, sebuah nubuat kuno tentang al-harj sedang menemukan kebenarannya secara sosiologis.
Ketika hierarki keluarga terbalik dan anak-anak tak lagi menghormati orang tua, sebuah nubuatan kuno tentang perbudakan modern dan disorientasi generasi menemukan relevansinya yang mengerikan.
Ketika gedung pencakar langit menjadi standar baru kehormatan dan kemewahan merangsek ke pelosok gurun, sebuah nubuatan kuno tentang kompetisi materialisme sedang menemukan momentum puncaknya.
Ketika dentum musik dan gaya hidup hedonis dianggap sebagai kewajaran, eskatologi Islam memperingatkan adanya pergeseran nilai yang mendalam sebagai isyarat keretakan peradaban manusia.