Penaklukan Baitul Maqdis di masa Umar bin al-Khaththab merupakan penggenapan nubuat Nabi sekaligus tanda kecil kiamat. Peristiwa tahun 16 Hijriyah ini menjadi pembuka gerbang bagi drama akhir zaman.
Wabah Thaun Amwas pada 18 Hijriyah merenggut 25.000 nyawa, termasuk sahabat Abu Ubaidah. Peristiwa tragis di negeri Syam ini menjadi penggenap nubuat Nabi tentang kematian massal menjelang kiamat.
Kelimpahan harta di akhir zaman menjadi paradoks sosial: pemiliknya susah mencari orang yang mau menerima sedekah. Fenomena ini menandai titik jenuh materi di mana emas dan perak kehilangan harganya.
Diutusnya Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah alarm pertama kiamat. Isyarat dua jarinya menegaskan bahwa dunia telah memasuki babak final dan tidak ada nabi lagi yang menghalangi kehancuran semesta.
Nubuat Nabi tentang bangsa Turk berwajah lebar terbukti dalam sejarah invasi Mongol hingga kejayaan Dinasti Utsmaniyah. Al-Wabil mengurai transformasi bangsa ini dari penghancur menjadi pilar Islam.
Al-Wabil membedah kebatilan teori pembatasan umur dunia 7000 tahun. Di tengah klaim as-Suyuthi, realitas sejarah dan kritik Ibnul Qayyim membuktikan bahwa waktu kiamat mutlak menjadi rahasia Allah.
Al-Wabil membedah rahasia kiamat: bahkan nabi Ulul Azmi pun tidak tahu kapan jam terakhir tiba. Spekulasi waktu kiamat disebut sebagai kebodohan yang menentang otoritas mutlak Allah.
Nabi Muhammad SAW pernah membentangkan peta masa depan dalam khotbah sehari penuh. Hudzaifah Ibnul Yaman menjadi saksi kunci nubuat tentang fitnah yang akan melanda dunia.
Pengetahuan kiamat adalah rahasia mutlak Allah. Al-Wabil menegaskan bahwa nabi dan malaikat pun tidak tahu kapan jam terakhir berdetak, menjadikan misteri ini sebagai peringatan bagi setiap jiwa.
Iman kepada shirth membuktikan bahwa amal adalah bagian tak terpisahkan dari iman. Renungan Imam al-Qurthubi mengajak kita mempercepat langkah dalam kebaikan demi keselamatan di atas Jahannam.
Banyak ulama menyatakan datangnya Imam Mahdi adalah awal dari tanda-tanda besar kiamat. Jadi tidak bisa dikatakan bahwa tahun 2025 misalnya adalah tahun terjadinya kiamat, ujarnya.
Ia adalah momen ketika semua manusia dihimpun untuk mempertanggungjawabkan hidup mereka. Namun sebelum itu, akan ada tanda-tanda. Dan sebagian di antaranya kini sedang mampir di depan pintu.
Di tengah gempuran narasi kiamat yang muram dan destruktif, ajaran Islam justru menyimpan tafsir spiritual yang menghibur dan menenangkan: bahwa kiamat adalah awal, bukan akhir.