Pembukaan Kembali Pariwisata Bali Digaungkan di Beijing
Garry Talentedo Kesawa
Rabu, 20 Oktober 2021 - 15:05 WIB
Acara Resepsi Diplomatik HUT ke-76 RI di Beijing, Selasa (19/10) malam. (Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie)
Duta Besar RI untuk China merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun, menggaungkan pembukaan kembali pariwisata Bali di Beijing, China. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Resepsi Diplomatik HUT ke-76 RI di Beijing, Selasa (19/10) malam.
Dalam kesempatan itu, Djauhari mengajak para tamu undangan untuk kembali mengunjungi Bali. Mengingat pemerintah Indonesia telah membuka Pulau Dewata itu per 14 Oktober 2021.
Baca juga:Bali Resmi Dibuka, Sandiaga: Kesehatan Wisman Jadi Syarat Utama
"Bali sudah dibuka kembali, silakang datang ke sana untuk bersenang-senang," kata Djauhari yang disambut tepuk tangan ratusan tamu.
Resepsi Diplomatik HUT RI ini biasanya digelar oleh Kedutaan Besar RI di Beijing pada Oktober atau November, dan selalu dimeriahkan oleh berbagai atraksi kesenian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia dan aneka ragam makanan khas Nusantara.
Sebelumnya, Dubes Djauhari juga mengajak warga setempat untuk kembali berwisata ke Pulau Dewata pada acara "The Colours of Indonesia".
Baca juga:Pengelola Usaha Parekraf Harus Miliki SOP Pengelolaan Limbah Medis
Dalam kesempatan itu, Djauhari mengajak para tamu undangan untuk kembali mengunjungi Bali. Mengingat pemerintah Indonesia telah membuka Pulau Dewata itu per 14 Oktober 2021.
Baca juga:Bali Resmi Dibuka, Sandiaga: Kesehatan Wisman Jadi Syarat Utama
"Bali sudah dibuka kembali, silakang datang ke sana untuk bersenang-senang," kata Djauhari yang disambut tepuk tangan ratusan tamu.
Resepsi Diplomatik HUT RI ini biasanya digelar oleh Kedutaan Besar RI di Beijing pada Oktober atau November, dan selalu dimeriahkan oleh berbagai atraksi kesenian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia dan aneka ragam makanan khas Nusantara.
Sebelumnya, Dubes Djauhari juga mengajak warga setempat untuk kembali berwisata ke Pulau Dewata pada acara "The Colours of Indonesia".
Baca juga:Pengelola Usaha Parekraf Harus Miliki SOP Pengelolaan Limbah Medis