home wirausaha syariah

Bank Jakarta, UKM, dan Orkestrasi Digitalisasi Ibu Kota

Jum'at, 19 Juni 2026 - 16:16 WIB
Digitalisasi telah membuka gerbang emas bagi 1,1 juta pelaku UKM Jakarta untuk naik kelas menuju kemandirian ekonomi yang hakiki. Ilustrasi: Media Indonesia
LAMPU-lampu sorot di Main Hall Pasar Tanah Abang Blok B, Jakarta Pusat, berpendar terang pada sebuah Kamis siang, 21 Agustus 2025 lalu. Di atas panggung, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyerahkan trofi penghargaan kepada Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo.

Bank Jakarta baru saja memborong tiga kategori penghargaan sekaligus dalam ajang Lomba Digitalisasi Pasar. Mereka dinobatkan sebagai Mitra Perbankan Terbaik Kategori Pasar B di Pasar Koja, Pasar A di Pasar Mayestik, serta Mitra Bank Literasi Keuangan Terbaik Kedua.

Kompetisi ini adalah cerminan dari pergulatan di lorong-lorong pasar tradisional. Di balik tumpukan kain dan riuh tawar-menawar, ada upaya keras menggeser lembaran uang lusuh menjadi kode matriks dua dimensi unik pada selembar kertas akrilik bernama QRIS.

Pemandangan ini menyajikan kontras yang memikat. Di satu sisi, pasar tradisional kerap diidentikkan dengan sistem transaksi konvensional yang becek, penuh uang tunai, dan rawan kriminalitas.

Di sisi lain, otoritas moneter dan perbankan sedang gencar menyuntikkan teknologi finansial ke jantung ekonomi kerakyatan tersebut.

Transformasi ini menjadi krusial karena Jakarta bukan sekadar kota biasa. Kota ini adalah episentrum ekonomi nasional yang menyumbang 16,61 persen terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia dengan laju pertumbuhan mencapai 5,18 persen, berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 5,12 persen.

Motor utama penggerak resiliensi ekonomi ini tidak lain adalah sektor Usaha Kecil dan Menengah yang merajai lanskap usaha di wilayah ibu kota.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya