Laba BSN Melonjak 40,99% di Tengah Tantangan Global, Pembiayaan Tembus Rp58,38 Triliun
Tim langit 7
Jum'at, 19 Juni 2026 - 18:00 WIB
(Dok: Bank Syariah Nasional)
LANGIT7.ID-Jakarta; PT Bank Syariah Nasional (BSN) mempertahankan tren pertumbuhan positif hingga Mei 2026 dengan mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 40,99 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Berdasarkan laporan keuangan bulanan yang dipublikasikan perseroan melalui situs resminya, laba bersih BSN mencapai Rp473,75 miliar hingga Mei 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp336,03 miliar.
Kinerja positif tersebut juga tercermin pada peningkatan penyaluran pembiayaan. Hingga Mei 2026, total pembiayaan BSN mencapai Rp58,38 triliun atau tumbuh 22,68 persen yoy dibandingkan Mei 2025 yang tercatat sebesar Rp47,59 triliun.
Di sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) BSN mencapai Rp60,62 triliun. Realisasi tersebut meningkat 14,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp53,32 triliun.
Sementara itu, pendapatan pengelolaan dana bersih BSN tercatat sebesar Rp1,13 triliun hingga Mei 2026. Capaian tersebut tumbuh 25,77 persen dibandingkan Mei 2025 yang sebesar Rp899,69 miliar.
BSN juga mencatat pertumbuhan profitabilitas operasional yang solid. Laba sebelum pencadangan atau pre provision operating profit (PPOP) mencapai Rp706,25 miliar hingga Mei 2026, meningkat 30,16 persen secara tahunan dibandingkan Rp542,61 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor sebelumnya menyampaikan bahwa pencapaian tersebut menunjukkan hasil positif dari berbagai langkah penguatan bisnis yang dilakukan perusahaan meski dihadapkan pada tantangan kondisi geopolitik global.
Berdasarkan laporan keuangan bulanan yang dipublikasikan perseroan melalui situs resminya, laba bersih BSN mencapai Rp473,75 miliar hingga Mei 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp336,03 miliar.
Kinerja positif tersebut juga tercermin pada peningkatan penyaluran pembiayaan. Hingga Mei 2026, total pembiayaan BSN mencapai Rp58,38 triliun atau tumbuh 22,68 persen yoy dibandingkan Mei 2025 yang tercatat sebesar Rp47,59 triliun.
Di sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) BSN mencapai Rp60,62 triliun. Realisasi tersebut meningkat 14,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp53,32 triliun.
Sementara itu, pendapatan pengelolaan dana bersih BSN tercatat sebesar Rp1,13 triliun hingga Mei 2026. Capaian tersebut tumbuh 25,77 persen dibandingkan Mei 2025 yang sebesar Rp899,69 miliar.
BSN juga mencatat pertumbuhan profitabilitas operasional yang solid. Laba sebelum pencadangan atau pre provision operating profit (PPOP) mencapai Rp706,25 miliar hingga Mei 2026, meningkat 30,16 persen secara tahunan dibandingkan Rp542,61 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor sebelumnya menyampaikan bahwa pencapaian tersebut menunjukkan hasil positif dari berbagai langkah penguatan bisnis yang dilakukan perusahaan meski dihadapkan pada tantangan kondisi geopolitik global.