home global news

Indonesia Melampaui Target Energi Hijau di Kuartal Kedua: Akhir dari "Tren Lambat"?

Ahad, 21 Juni 2026 - 11:42 WIB
Indonesia Melampaui Target Energi Hijau di Kuartal Kedua: Akhir dari Tren Lambat?
LANGIT7.ID-Jakarta; Ada yang berbeda dari laporan energi Indonesia tahun ini. Untuk pertama kalinya dalam kurun waktu yang panjang, angka-angka di atas kertas tidak lagi sekadar angan-angan di akhir tahun.

Berdasarkan catatan hingga April 2026, kontribusi Energi Baru Terbarukan (EBT) terhadap bauran pembangkit listrik nasional sudah menembus angka 17,89 persen, setara dengan produksi 29,62 TWh. Yang mengejutkan bukanlah angkanya, melainkan waktunya. Target pemerintah untuk sepanjang 2026 yang dipatok di 16,46 persen telah terlampaui, padahal tahun baru berjalan empat bulan.

Ini bukan sekadar lompatan biasa. Ini adalah perubahan ritme.

Dari "Setitik" Menjadi "Deras"

Mari kita bandingkan dengan pergerakan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2024, bauran EBT nasional masih tertahan di 14,65 persen, lalu naik ke 15,75 persen di 2025—hanya sekitar satu poin dalam satu tahun. Namun dalam empat bulan pertama 2026 saja, kita sudah mencatatkan tambahan lebih dari dua poin persentase. Grafiknya mendadak curam.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa proyek-proyek yang "mengendap" selama bertahun-tahun kini mulai panen. PLTA-PLTA yang masuk dalam proyek strategis nasional akhirnya terhubung ke sistem. Begitu pula program konversi pembangkit diesel yang berjalan lebih agresif dibandingkan era sebelumnya.

Ini bukan lagi sekadar pelengkap. Energi bersih kini menjadi mesin utama pertumbuhan kapasitas listrik baru Indonesia. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, hampir 76 persen tambahan kapasitas berasal dari sumber terbarukan. Dan yang lebih penting, dalam satu tahun terakhir, hampir setengah dari porsi pengembangan itu sudah masuk tahap eksekusi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya