Gus Ipul: Prof. Nasar Berpeluang Besar Pimpin PBNU, Dukungan Mengalir dari Daerah
Sururi al faruq
Ahad, 21 Juni 2026 - 11:50 WIB
Gus Ipul: Prof. Nasar Berpeluang Besar Pimpin PBNU, Dukungan Mengalir dari Daerah
LANGIT7.ID-Kediri; Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, menilai Menteri Agama Prof. KH. Nasaruddin Umar memiliki peluang kuat menjadi Ketua Umum PBNU mendatang. Pernyataan ini ia sampaikan usai menghadiri apel kesiapan Ponpes Al Falah Ploso, Kediri, sebagai tuan rumah Konfercab dan Muktamar NU 2026.
Menurut Gus Ipul, sinyalemen itu berdasarkan pola kepemimpinan PBNU dalam empat dekade terakhir. Sejumlah ketua umum sebelumnya, kata dia, pernah menduduki jabatan Katib Aam sebelum terpilih.
"Sejak era Gus Dur, setidaknya tiga ketua umum NU terakhir—Gus Dur, Kiai Said Aqil Siroj, dan Gus Yahya—pernah menjadi Katib Aam. Nah, Prof. Nasaruddin Umar juga memiliki jejak yang sama," jelas Gus Ipul di hadapan para kiai dan santri.
Ia menambahkan, selain jalur Katib Aam, posisi Sekjen dan Ketua PWNU Jawa Timur juga secara historis kerap melahirkan tokoh sentral. "KH. Idham Chalid pernah jadi Sekjen, KH. Hasyim Muzadi pernah jadi Ketua PWNU Jatim. Semua punya potensi," imbuhnya.
Meski mengamini nama Prof. Nasar kerap muncul dalam perbincangan di berbagai daerah, Gus Ipul menegaskan bahwa dirinya tidak akan maju dalam bursa calon ketua umum. Ia juga menolak apabila ada pihak yang hendak mencalonkannya.
"Saya sudah tegaskan: tidak mencalonkan diri dan tidak mau dicalonkan. Biar mekanisme muktamar yang memutuskan," pungkasnya.(*/saf)
Menurut Gus Ipul, sinyalemen itu berdasarkan pola kepemimpinan PBNU dalam empat dekade terakhir. Sejumlah ketua umum sebelumnya, kata dia, pernah menduduki jabatan Katib Aam sebelum terpilih.
"Sejak era Gus Dur, setidaknya tiga ketua umum NU terakhir—Gus Dur, Kiai Said Aqil Siroj, dan Gus Yahya—pernah menjadi Katib Aam. Nah, Prof. Nasaruddin Umar juga memiliki jejak yang sama," jelas Gus Ipul di hadapan para kiai dan santri.
Ia menambahkan, selain jalur Katib Aam, posisi Sekjen dan Ketua PWNU Jawa Timur juga secara historis kerap melahirkan tokoh sentral. "KH. Idham Chalid pernah jadi Sekjen, KH. Hasyim Muzadi pernah jadi Ketua PWNU Jatim. Semua punya potensi," imbuhnya.
Meski mengamini nama Prof. Nasar kerap muncul dalam perbincangan di berbagai daerah, Gus Ipul menegaskan bahwa dirinya tidak akan maju dalam bursa calon ketua umum. Ia juga menolak apabila ada pihak yang hendak mencalonkannya.
"Saya sudah tegaskan: tidak mencalonkan diri dan tidak mau dicalonkan. Biar mekanisme muktamar yang memutuskan," pungkasnya.(*/saf)
(lam)