Gara Gara Sepi Gelar, Real Madrid Kembali Ubah Strategi Transfer Secara Drastis Musim Panas Ini
Sururi al faruq
Senin, 22 Juni 2026 - 07:36 WIB
Gara Gara Sepi Gelar, Real Madrid Kembali Ubah Strategi Transfer Secara Drastis Musim Panas Ini
LANGIT7.ID-Spanyol; Mungkin itu yang terjadi ketika sebuah klub dua musim berturut-turut tanpa gelar. Namun, presiden Florentino Perez dan Real Madrid benar-benar mengubah banyak hal dalam cara mereka beroperasi musim panas ini, terutama menyangkut strategi transfer.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Real Madrid memberikan kewenangan penuh kepada pelatih. Jose Mourinho kini menjadi sosok yang merekomendasikan pembelian pemain, dan Florentino beserta klub langsung menyetujui, merundingkan, serta menyelesaikan kesepakatan untuk para pemain yang memang secara spesifik diinginkan sang manajer.
Mereka juga mulai meninggalkan strategi yang selama ini lebih fokus pada pemain muda berpotensi bintang dan hanya merekrut pemain veteran melalui transfer bebas. Secara keseluruhan, Real Madrid kini lebih membidik pemain-pemain veteran yang sudah mapan, yang bisa langsung menjadi starter atau memperkuat skuad secara instan.
Real Madrid Kembali Menghargai Ajang Piala Dunia
Namun, ada satu perubahan lain dalam cara operasional Real Madrid musim panas ini. Menurut laporan dari Diario AS yang dikutip oleh Madrid Zone, Real Madrid ingin merekrut pemain-pemain yang tampil cemerlang di Piala Dunia dan fokus pada mereka yang menunjukkan penampilan besar dalam turnamen tersebut.
Di masa lalu, Real Madrid memang sering memburu pemain yang bersinar di Piala Dunia. Salah satu rekrutan paling terkenal adalah bintang kejutan Piala Dunia 2014 asal Kolombia, James Rodriguez, yang kemudian menjadi playmaker yang dicintai dan pencetak gol spektakuler di era kejayaan Real Madrid di Liga Champions, sebelum akhirnya meredup.
Namun setelah itu, Real Madrid mengambil pendekatan berbeda. Mereka mulai menghindari turnamen internasional dan enggan merekrut pemain yang menonjol di ajang tersebut. Alasannya, dengan jadwal yang melelahkan dan kualitas turnamen yang dinilai menurun, mereka meyakini bahwa beberapa pemain bisa tampil menonjol secara keliru. Tingkat persaingan dan ukuran sampel pertandingan dinilai lebih berisiko membuat klub menggelontorkan dana besar untuk pemain gagal, daripada menemukan permata sejati.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Real Madrid memberikan kewenangan penuh kepada pelatih. Jose Mourinho kini menjadi sosok yang merekomendasikan pembelian pemain, dan Florentino beserta klub langsung menyetujui, merundingkan, serta menyelesaikan kesepakatan untuk para pemain yang memang secara spesifik diinginkan sang manajer.
Mereka juga mulai meninggalkan strategi yang selama ini lebih fokus pada pemain muda berpotensi bintang dan hanya merekrut pemain veteran melalui transfer bebas. Secara keseluruhan, Real Madrid kini lebih membidik pemain-pemain veteran yang sudah mapan, yang bisa langsung menjadi starter atau memperkuat skuad secara instan.
Real Madrid Kembali Menghargai Ajang Piala Dunia
Namun, ada satu perubahan lain dalam cara operasional Real Madrid musim panas ini. Menurut laporan dari Diario AS yang dikutip oleh Madrid Zone, Real Madrid ingin merekrut pemain-pemain yang tampil cemerlang di Piala Dunia dan fokus pada mereka yang menunjukkan penampilan besar dalam turnamen tersebut.
Di masa lalu, Real Madrid memang sering memburu pemain yang bersinar di Piala Dunia. Salah satu rekrutan paling terkenal adalah bintang kejutan Piala Dunia 2014 asal Kolombia, James Rodriguez, yang kemudian menjadi playmaker yang dicintai dan pencetak gol spektakuler di era kejayaan Real Madrid di Liga Champions, sebelum akhirnya meredup.
Namun setelah itu, Real Madrid mengambil pendekatan berbeda. Mereka mulai menghindari turnamen internasional dan enggan merekrut pemain yang menonjol di ajang tersebut. Alasannya, dengan jadwal yang melelahkan dan kualitas turnamen yang dinilai menurun, mereka meyakini bahwa beberapa pemain bisa tampil menonjol secara keliru. Tingkat persaingan dan ukuran sampel pertandingan dinilai lebih berisiko membuat klub menggelontorkan dana besar untuk pemain gagal, daripada menemukan permata sejati.