home community

Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah, Sekolah Petani yang Kini Diakui

Kamis, 15 Juli 2021 - 11:30 WIB
Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah, Sekolah Petani yang Kini Diakui
Siapa yang sangka paguyuban petani bisa sampai menggagas sekolah yang kini memiliki segudang prestasi dan diakui. Pusat pendidikan ini diberi nama Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah.

Sekolah alternatif punya tagline "memerdekan warga belajar". Sebagaimana makna nama Qaryah Thayyibah sendiri berarti desa berdaya, diusulkan oleh salah satu pendirinya Raymond Toruan.

Awal komunitas ini terbentuk berasal dari gagasan Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT) di kelurahan Kalibening, kecamatan Tingkir, kota Salatiga yang diketuai Ahmad Bahruddin pada 1999.

SPPQT ini bertujuan mewujudkan pemberdayaan masyarakat desa secara mandiri berbasis potensi lokal, sehingga menjadi desa yang berdaya. Konsep ini selaras dengan cita-cita Soekarno, berdaulat, berdikari, dan berkepribadian.

Pada 2003 untuk melengkapi tiga indikator bagi desa berdaya tersebut, dibentuklah suatu komunitas belajar bagi anak-anak setempat bernama Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah (KBQT).

Kisahnya berawal saat anak sulung Bahruddin hendak masuk jenjang SMP, tepatnya di salah satu sekolah favorit di Salatiga. Namun dia terusik kondisi tetangga-tetangganya yang tak mampu menyekolahkan anak-anaknya.

Alasannya karena biaya. Mulai dari pendaftaran, uang masuk, SPP bulanan, hingga ongkos seragam dan buku-buku. Karena itulah dia mengajak warga bermusyawarah, menemukan solusi dan mendirikan sekolah alternatif.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya